Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Impor bersih emas China melalui Hong Kong meningkat pada Juli 2026, menunjukkan penguatan permintaan investasi terhadap logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi.
Mengutip data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong pada Selasa (25/8/2026), impor bersih emas China melalui Hong Kong mencapai 56,193 ton pada Juli 2026.
Angka tersebut meningkat sekitar 11% secara bulanan dibandingkan 50,679 ton pada Juni 2026.
Baca Juga: Tottenham Hotspur Rekrut Savinho dari Manchester City, Belanja Tembus £322 Juta
Jika dibandingkan dengan Juli 2025, impor bersih emas tersebut melonjak sekitar 28% dari 43,923 ton.
Analis StoneX Rhona O'Connell mengatakan, peningkatan impor bersih tersebut kemungkinan besar mencerminkan kenaikan permintaan terhadap produk investasi emas, seperti emas batangan dan koin.
"Perkembangan impor bersih tersebut kemungkinan besar mencerminkan peningkatan permintaan terhadap produk investasi seperti emas batangan dan koin, sementara permintaan perhiasan cenderung datar di tengah ketidakpastian ekonomi," ujar O'Connell.
Sementara itu, total impor emas China melalui Hong Kong pada Juli mencapai 75,457 ton, turun lebih dari 3% dibandingkan Juni yang mencapai 78,147 ton.
Namun, data perdagangan melalui Hong Kong belum mencerminkan keseluruhan impor emas China. Pasalnya, emas juga masuk ke China melalui pusat perdagangan lainnya, termasuk Shanghai dan Beijing.
Baca Juga: Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Akan Sandar di Thailand Pekan Depan
Bank Sentral China Borong Emas
Permintaan emas China juga mendapat dukungan dari bank sentralnya. Bank sentral China meningkatkan pembelian emas untuk bulan kelima berturut-turut pada Juli 2026.
Berdasarkan data resmi yang dirilis sebelumnya, pembelian tersebut menjadi penambahan emas terbesar ke dalam cadangan devisa China sejak Oktober 2023.
Analis Bank of America menilai, peningkatan impor emas China juga berkaitan dengan strategi Beijing untuk memperkuat posisi yuan atau renminbi (RMB) dalam sistem keuangan global.
"Perlu dicatat bahwa impor emas China telah mencatat serangkaian rekor tertinggi sepanjang tahun berjalan. Salah satu alasannya adalah China memandang emas sebagai instrumen strategis untuk mendukung internasionalisasi yuan," tulis analis Bank of America dalam catatan risetnya.
Menurut mereka, China berupaya menghubungkan pasar emas dengan aktivitas perdagangan, kliring dan penyelesaian transaksi berbasis RMB.
Baca Juga: Ekonomi Jerman Tumbuh 0,3%, Aktivitas Ekspor Masih Menjadi Penopang
Langkah tersebut secara bertahap membuka alternatif terhadap sistem keuangan global yang masih berpusat pada dolar AS.
Peluncuran sistem kliring terpusat logam mulia di Hong Kong juga dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam strategi tersebut.
Di pasar global, harga emas spot mencatat kenaikan bulanan pertamanya dalam lima bulan pada Juli 2026.
Penguatan tersebut terjadi setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut.














