kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Trump Klaim China Borong Pesawat dan Produk Pertanian


Jumat, 15 Mei 2026 / 21:00 WIB
Trump Klaim China Borong Pesawat dan Produk Pertanian
ILUSTRASI. CHINA-US-DIPLOMACY (AFP/KENNY HOLSTON)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Amerika Serikat (AS) dan China mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan hubungan dagang lewat sejumlah kesepakatan besar yang diumumkan usai pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Beijing pekan ini.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah rencana pembelian 200 pesawat Boeing oleh China. Selain itu, Washington juga mengklaim Beijing siap meningkatkan impor produk pertanian AS senilai puluhan miliar dolar AS dalam beberapa tahun ke depan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan pembelian pesawat tersebut menjadi langkah penting setelah hampir satu dekade China tidak melakukan pembelian besar pesawat komersial buatan AS.

“Boeing awalnya menginginkan 150, mereka mendapatkan 200,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News seperti yang dilansir Reuters, Jumat (15/5). 

Meski demikian, Trump belum menjelaskan jenis pesawat yang akan dibeli China. Pasar sebelumnya berharap ada pesanan lebih besar, bahkan hingga 500 unit pesawat Boeing, termasuk seri 737 Max dan pesawat berbadan lebar.

Kabar itu justru membuat saham Boeing turun 4,7% dalam perdagangan after-hours karena investor menilai jumlah pesanan masih di bawah ekspektasi.

Bagi Boeing, kesepakatan ini menjadi momentum penting untuk kembali masuk ke pasar China setelah bertahun-tahun tertinggal dari Airbus. Ketegangan dagang AS-China serta krisis Boeing 737 Max sebelumnya membuat maskapai-maskapai China lebih banyak membeli pesawat Airbus.

Sejak 2022, maskapai besar China tercatat telah memesan sekitar 700 pesawat Airbus. Sementara sepanjang dekade ini, China hanya memesan 39 pesawat Boeing.

Analis Bloomberg Intelligence George Ferguson menilai pasar sebenarnya mengharapkan pembelian lebih besar.

“Pesanan 200 pesawat masih mengecewakan pasar yang berharap 300 unit atau lebih,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Warisan Jerome Powell Selama Menjabat Ketua The Fed

Belanja sektor agri

Selain sektor penerbangan, pemerintahan Trump juga mengincar peningkatan ekspor produk pertanian ke China sebagai bagian dari kesepakatan dagang terbaru kedua negara.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan China diperkirakan akan membeli produk pertanian AS senilai “puluhan miliar dolar” per tahun selama tiga tahun ke depan.

Menurut Greer, kesepakatan itu tidak hanya mencakup kedelai, tetapi juga berbagai produk pertanian lain secara agregat.

“Kami berharap ada kesepakatan pembelian produk pertanian bernilai puluhan miliar dolar AS per tahun selama tiga tahun ke depan,” kata Greer kepada Bloomberg Television.

Kedelai tetap menjadi komoditas utama dalam hubungan dagang AS-China. China merupakan pembeli kedelai terbesar dunia dan selama ini menjadi pasar ekspor utama petani AS.

Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan target pembelian kedelai sebenarnya sudah tercakup dalam kesepakatan sebelumnya.

China diketahui telah berkomitmen mengimpor 25 juta ton kedelai AS per tahun hingga 2028. Karena itu, pasar tidak terlalu berharap Beijing akan menaikkan target pembelian kedelai dalam pertemuan kali ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, China juga mulai mengurangi ketergantungannya pada kedelai AS dengan meningkatkan impor dari Brasil yang dinilai lebih kompetitif dari sisi harga.

Data menunjukkan pada 2024 sekitar 20% impor kedelai China berasal dari AS, turun tajam dibanding 41% pada 2016 saat Trump pertama kali menjabat presiden.

Meski masih menyisakan banyak tanda tanya soal realisasi detail kesepakatan, rangkaian pengumuman ini memberi sinyal bahwa AS dan China mulai membuka ruang kompromi di tengah ketegangan dagang dan geopolitik yang sempat memanas dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Bos Besar Perusahaan AS Pulang dari China Tanpa Banyak Kesepakatan Bisnis Baru


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×