Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - BEIJING. China makin gencar mengembangkan proyek energi terbarukan. Di mana, China menargetkan lebih dari 50% listriknya berasal dari sumber non-fosil pada tahun 2030 mendatang.
Target tersebut naik dari target 42,3% untuk tahun 2025, menurut rencana lima tahun untuk sektor energi yang dirilis pada Kamis (25/6/2026).
Mengutip Reuters, China menargetkan agar energi listrik yang berasal dari angin dan surya melebihi 50% dari kapasitas terpasang pada tahun 2030, naik dari sekitar 47% pada akhir tahun 2025.
Sebagai pembangun energi terbarukan terbesar di dunia dan penghasil emisi karbon terbesar, China menetapkan tujuan yang mengikat untuk mengurangi intensitas emisi karbon sektor energi lebih dari 10% selama periode lima tahun. Intensitas karbon mengukur emisi per unit output.
Baca Juga: Brasil Akan Terbitkan Panda Bonds US$ 735 Miliar, Terbesar di China
China bertujuan untuk memperluas penyimpanan energi hidro non-pompa hingga 300 gigawatt pada tahun 2030. Jumlah itu naik dari target sebelumnya sebesar 180 GW pada tahun 2027.
Dalam rencana lima tahunan itu juga terungkap jika China menyerukan produksi hidrogen terbarukan sebesar 2 juta metrik ton per tahun pada tahun 2030, dibandingkan dengan target sebelumnya sebesar 100.000 hingga 200.000 ton per tahun pada tahun 2025.
Rencana tersebut menegaskan kembali tujuan untuk mencapai puncak konsumsi batubara pada tahun 2030 tetapi tidak memberikan angka pasti.
"Pembangkit listrik berbasis ruang angkasa" diidentifikasi sebagai area inovasi masa depan, yang berpotensi terkait dengan penyediaan daya untuk pusat data berbasis ruang angkasa yang direncanakan China untuk AI selama lima tahun ke depan.














