Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - BEIJING. China memperkuat langkah untuk menjaga pasokan bahan baku strategis bagi industri semikonduktor domestik di tengah kembali meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pemerintah China resmi menghentikan sementara ekspor helium yang berlaku efektif mulai Jumat (10/7/2026).
Kebijakan ini diambil menyusul kembali memanasnya konflik militer di kawasan Timur Tengah yang dikhawatirkan memicu gangguan pasokan helium global.
Baca Juga: Konflik Iran Berpotensi Ganggu Pasokan Bahan Baku Chip Global
Gas mulia tersebut merupakan komponen penting dalam proses produksi semikonduktor, terutama untuk menjaga suhu tetap stabil selama proses manufaktur chip.
Sebelumnya, perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran pada awal tahun ini telah memicu kelangkaan helium di berbagai negara.
Gangguan pasokan tersebut berdampak pada sejumlah perusahaan di dunia, termasuk di China, yang kini semakin mengandalkan produksi chip dalam negeri untuk melatih dan mengoperasikan model kecerdasan buatan (AI).
Larangan ekspor helium menjadi bagian dari strategi Beijing untuk mengamankan ketersediaan bahan baku penting bagi industri nasional.
Baca Juga: Ancaman Dagang, China Batasi Ekspor ke Jepang, Saham Langsung Anjlok
Pemerintah China sebelumnya juga telah menerapkan pembatasan ekspor terhadap sejumlah komoditas strategis seperti bahan bakar, pupuk, dan asam sulfat guna menghindari kekurangan pasokan di dalam negeri.
Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya China memperkuat kapasitas produksi semikonduktor domestik sekaligus mengurangi ketergantungan pada chip berteknologi tinggi buatan Nvidia yang masih terkena pembatasan ekspor dari Amerika Serikat.














