kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.718   -61,00   -0,34%
  • IDX 6.540   38,52   0,59%
  • KOMPAS100 850   7,82   0,93%
  • LQ45 645   5,85   0,92%
  • ISSI 229   0,72   0,32%
  • IDX30 360   3,61   1,01%
  • IDXHIDIV20 437   4,08   0,94%
  • IDX80 97   0,87   0,90%
  • IDXV30 121   0,56   0,46%
  • IDXQ30 114   1,02   0,90%

China percepat penelitian dan pengembangan vaksin untuk lawan Omicron


Kamis, 02 Desember 2021 / 20:32 WIB
ILUSTRASI. China mempercepat penelitian dan pengembangan vaksin untuk lawan Omicron.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China mempercepat penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 yang menargetkan varian Omicron, seorang pejabat kesehatan negeri tembok raksasa mengatakan pada Kamis (2/12).

Langkah tersebut di tengah kekhawatiran di antara para ilmuwan global bahwa varian Omicron mungkin menyebar lebih cepat dari jenis lainnya termasuk Delta. China belum mendeteksi kasus Omicron.

“Kami dengan cepat mendorong penelitian dan pengembangan vaksin khusus Omicron berdasarkan teknologi yang berbeda,” kata Zheng Zhongwei, yang mengepalai kelompok yang ditugaskan untuk pengembangan vaksin Covid-19 di China, kepada CCTV, seperti dikutip Reuters.

Menurutnya, vaksin potensial terhadap Omicron, yang dijuluki "varian yang menjadi perhatian" oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mungkin pada akhirnya tidak akan digunakan. Tapi, China perlu membuat persiapan seperti itu.

Baca Juga: Hasil tes awal, Singapura deteksi 2 kasus varian Omicron

Belum ada bukti kuat, apakah varian Omicron akan menghindari kekebalan yang diinduksi vaksin. Tetapi, sebagian besar vaksin yang ada masih bisa membantu mengurangi penyakit parah dan kematian, dia menambahkan.

Pembuat vaksin China Sinovac Biotech mengatakan, sedang mengevaluasi, apakah vaksinnya bekerja melawan varian Omicron atau perusahaan perlu mengembangkan yang baru.

Sementara Shenzhen Kangtai Biological Products (BioKangtai) berusaha untuk bekerjasama dengan lembaga lain dalam penelitian vaksin yang terkait dengan varian Omicron.

Adapaun BioNTech mengharapkan lebih banyak data tentang varian Omicron dalam waktu dua minggu untuk membantu menentukan, apakah vaksin buatan mereka bersama Pfizer harus dikembangkan ulang, kata CEO BioNTech pada Selasa (30/11).




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×