kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

China: Tindakan PBB Akan Membantu Dinginkan Situasi di Ukraina


Senin, 28 Februari 2022 / 13:49 WIB
China: Tindakan PBB Akan Membantu Dinginkan Situasi di Ukraina
ILUSTRASI. China menilai, tindakan yang diambil PBB akan membantu mendinginkan situasi di Ukraina dan memfasilitasi solusi diplomatik.


Sumber: Xinhua | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. China menilai, tindakan yang diambil oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan membantu mendinginkan situasi di Ukraina dan memfasilitasi solusi diplomatik, serta menahan ketegangan yang semakin memburuk. 

Perwakilan Tetap China untuk PBB Zhang Jun membuat pernyataan tersebut di Dewan Keamanan PBB (DK PBB) setelah dewan mengadopsi Resolusi 2623 pada Minggu (27/2) yang menyerukan "sesi khusus darurat" Majelis Umum PBB untuk mempertimbangkan dan merekomendasikan tindakan kolektif pada krisis Ukraina.

Ini adalah resolusi pertama yang diadopsi Dewan Keamanan PBB dalam empat dekade, menurut laporan Dewan Keamanan PBB.

"Kami yakin prioritas utama sekarang adalah semua pihak menahan diri untuk mencegah situasi di Ukraina memburuk," kata Zhang seperti dikutip Xinhua.

Baca Juga: Ukraina Klaim 4.300 Tentara Rusia Tewas dan Terluka, Moskow Akui Ada Prajurit Gugur

Dia menegaskan, China mendukung dan mendorong semua upaya diplomatik yang kondusif untuk penyelesaian damai krisis Ukraina, dan menyambut dialog dan negosiasi langsung sedini mungkin antara Rusia dan Ukraina.

China juga mendukung pihak Eropa dan Rusia dalam melakukan dialog yang setara tentang masalah keamanan Eropa, dan menjunjung tinggi prinsip keamanan yang tidak dapat dibagi. "Sehingga pada akhirnya membentuk mekanisme keamanan Eropa yang seimbang, efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.

China percaya bahwa Dewan Keamanan harus memberikan prioritas pada perdamaian dan stabilitas regional dan keamanan universal semua negara, dan memainkan peran konstruktif dalam menyelesaikan masalah Ukraina.

Rancangan resolusi, yang diajukan oleh Albania dan Amerika Serikat, mendapat dukungan dari 11 anggota tetapi mendapat suara negatif dari Rusia. Sementara, China, India, dan Uni Emirat Arab semuanya abstain.

Pemungutan suara oleh dewan beranggotakan 15 orang itu bersifat prosedural, sehingga Rusia tidak dapat menggunakan hak vetonya. 

Baca Juga: Pasukan Nuklir Siaga Tinggi, Rusia dan Ukraina Mulai Pembicaraan di Belarusia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×