kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.877   19,00   0,11%
  • IDX 6.035   -81,94   -1,34%
  • KOMPAS100 790   -4,59   -0,58%
  • LQ45 596   -2,90   -0,48%
  • ISSI 210   -2,78   -1,31%
  • IDX30 337   -1,48   -0,44%
  • IDXHIDIV20 413   -2,86   -0,69%
  • IDX80 90   -0,43   -0,47%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,64%
  • IDXQ30 108   -0,39   -0,36%

China bersedia menyelesaikan perang dagang dengan AS lewat negosiasi yang tenang


Senin, 26 Agustus 2019 / 11:34 WIB
ILUSTRASI. Bendera China, Partai Komunis China, dan Amerika Serikat


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Wakil Perdana Menteri China Liu He mengatakan, China bersedia menyelesaikan perselisihan dagang dengan Amerika Serikat (AS) melalui negosiasi yang tenang (calm) dan dengan tegas menentang eskalasi konflik. Hal itu dikatakan Liu di Beijing, Senin (26/8) seperti dilansir Reuters.

Perang dagang yang pahit antara kedua negara mencapai puncaknya pada Jumat kemarin. Dimana kedua negara sama-sama menaikkan tarif lebih tinggi pada ekspor satu sama lain.

Baca Juga: Jepang akan membeli produk pertanian AS yang terdampak perang dagang dengan China

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bea tambahan untuk impor produk China senilai sekitar US$ 550 miliar. Pengumuman itu disampaikan beberapa jam setelah China mengumumkan tarif balasan atas barang-barang AS senilai US$ 75 miliar.

Kemudian pada hari Minggu, Trump kembali menyerukan agar perusahaan AS segera keluar dari China.

Liu yang berbicara dalam sebuah konferensi teknologi di Chongqing, China Barat Daya mengatakan, tidak ada yang diuntungkan dari perang dagang.

"Kami bersedia untuk menyelesaikan masalah ini melalui konsultasi dan kerja sama dalam sikap yang tenang dan dengan tegas menentang eskalasi perang perdagangan," kata Liu, yang adalah penasihat ekonomi utama Presiden Xi Jinping, menurut sebuah transkrip pemerintah.

"Kami percaya bahwa eskalasi perang dagang tidak menguntungkan bagi China, Amerika Serikat, atau untuk kepentingan rakyat dunia," tambahnya.

Ia menambahkan, perusahaan-perusahaan AS sangat disambut baik di Tiongkok, dan akan diperlakukan dengan baik, kata Liu. "Kami menyambut perusahaan dari seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, untuk berinvestasi dan beroperasi di Cina," tambahnya.

"Kami akan terus menciptakan lingkungan investasi yang baik, melindungi hak kekayaan intelektual, mempromosikan pengembangan industri cerdas cerdas dengan pasar terbuka, dengan tegas menentang blokade teknologi dan proteksionisme, dan berusaha untuk melindungi kelengkapan rantai pasokan."

Baca Juga: Media pemerintah China mengecam AS setelah Trump naikkan tarif




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×