kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Coca Cola sudah ada di Myanmar, Pepsi ingin masuk


Selasa, 11 September 2012 / 08:54 WIB
Coca Cola sudah ada di Myanmar, Pepsi ingin masuk
ILUSTRASI. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid.


Reporter: Rika Theo, Reuters |

YANGOON. Kemarin (10/9) Coca Cola Co telah mengirimkan minuman cola pertamanya ke konsumen di Myanmar. Ini merupakan pengiriman perdana ke negeri itu sejak 60 tahun lebih.

Coca Cola berekspansi ke Myanmar setelah sanksi ekonomi AS atas negara itu dicabut. Perusahaan minuman ringan terbesar dunia tersebut bekerja sama dengan perusahaan lokal Pinya Manufacturing Co dalam menjual Coca Cola, Coca Cola Light, dan Sprite ke penjuru Myanmar.

Rivalnya, PepsiCo, bulan lalu mengatakan akan mengusahakan penjualan minuman ke Myanmar juga. Persaingan keduanya bakal berlangsung sengit lagi di negara tujuan pemasaran mereka yang terbaru ini.

Coca Cola sedang menyiapkan pendirian perusahaan produsen di Myanmar. Bersama Pinya, ia berniat memulai produksi di Myanmar sesegera mungkin.

Menurut pernyataan tanggal 6 September di situ Presiden Myanmer Thein Sein, Coca Cola diproyeksikan akan berinvestasi US$ 100 juta di Myanmar dalam tiga tahun. Investasi tersebut dapat menciptakan 2.000 lapangan kerja baru bagi warga setempat.

Pernyataan itu mengutip David Carden, duta besar AS untuk ASEAN.

Jurubicara Coca Cola sendiri belum bersedia mengonfirmasi nilai investasi itu. Ia mengatakan masih terlalu dini untuk menyebut berapa yang akan dibelanjakan perusahaan di Myanmar. Namun ia menegaskan rencana perusahaan untuk menginvestasi modal berjumlah besar selama tahun-tahun mendatang.

Juni lalu, Coke juga mengumumkan hibah senilai US$ 3 juta dari yayasan sosialnya untuk LSM lokal yang mendukung pemberdayaan ekonomi wanita dan penciptaan lapangan kerja di seluruh Myanmar.




TERBARU

[X]
×