kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45774,37   -28,65   -3.57%
  • EMAS1.028.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Corona di AS: Capai 100.000, angka kematian melampaui korban tiga perang Amerika


Kamis, 28 Mei 2020 / 05:11 WIB
Corona di AS: Capai 100.000, angka kematian melampaui korban tiga perang Amerika
ILUSTRASI. Seorang pria memakai masker pelindung wajah bergambar tanda tanya di wilayah Manhattan di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di New York, Amerika Serikat, Jumat (22/5/2020). REUTERS/Mike Segar

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Angka kematian di Amerika Serikat akibat virus corona menembus level psikologis 100.000 pada hari Rabu (27/5/2020).

Melansir data Reuters, sekitar 1.400 warga Amerika rata-rata meninggal setiap hari di bulan Mei. Angka ini turun dari level puncak wabah pada bulan April di mana angka meninggal rata-rata mencapai 2.000 orang setiap harinya.

Korban tewas AS lebih tinggi daripada kematian akibat flu musiman yang terjadi pada periode 1957-1958, ketika 116.000 meninggal dunia. Dalam kurun waktu tiga bulan, angka kematian akibat Covid-19 sudah melebihi angka gabungan jumlah warga Amerika yang tewas dalam Perang Korea, Perang Vietnam dan konflik AS di Irak dari 2003-2011.

Baca Juga: Pria mengaku penjelajah waktu meramal berakhirnya corona & Trump gagal terpilih lagi

Selain itu, virus corona telah membunuh lebih banyak orang daripada epidemi AIDS sejak 1981 hingga 1989.

Menurut analisis data Reuters dari Proyek Pelacakan Covid-19, total kasus virus corona AS adalah lebih dari 1,7 juta kasus dengan beberapa negara bagian selatan mengalami peningkatan kasus baru dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: Jumlah kasus corona meningkat, perjalanan dari Brasil ke AS dibatasi

Secara global, kasus virus corona telah mencapai 5,6 juta dengan lebih dari 350.000 kematian sejak wabah dimulai di China akhir tahun lalu dan kemudian tiba di Eropa dan Amerika Serikat. Amerika Selatan sekarang menanggung beban terbesar dari wabah ini, disusul Brasil yang memiliki jumlah kasus tertinggi kedua di dunia.

Dari 20 negara yang paling parah terkena dampaknya, Amerika Serikat menempati urutan kedelapan berdasarkan kematian per kapita, menurut penghitungan Reuters. Amerika Serikat memiliki tiga korban jiwa per 10.000 orang. Belgia di posisi pertama dengan delapan kematian per 10.000, diikuti oleh Spanyol, Inggris dan Italia, menurut analisis Reuters.

 



TERBARU

[X]
×