kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45740,43   -1,95   -0.26%
  • EMAS1.016.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.24%
  • RD.CAMPURAN -0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Corona di Australia: Pelanggar protokol bisa kena denda Rp 200 juta


Selasa, 04 Agustus 2020 / 14:24 WIB
Corona di Australia: Pelanggar protokol bisa kena denda Rp 200 juta
ILUSTRASI. Polisi Victoria berpatroli di jalan-jalan selama penguncian untuk memperlambat penyebaran virus corona di Melbourne, Kamis, 9 Juli 2020.

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Australia sedang menghadapi babak baru dalam upaya melawan pandemi virus corona baru. Negara Bagian Victoria jadi daerah terparah dan langsung menerapkan kebijakan isolasi mandiri.

Reuters melaporkan, para pelanggar aturan isolasi bisa kena denda sebesar A$ 5.000 atau sekitar Rp 51 juta. Bagi mereka yang nekad melanggar kembali, denda akan digandakan hingga $A 20.000 atau setara Rp 200 jutaan.

Selain memberlakukan denda dengan nilai yang tinggi, Pemerintah Negara Bagian Victoria juga menyiagakan personel militer di berbagai titik untuk menjaga ketertiban warga.

"Tidak ada alasan bagi Anda untuk meninggalkan rumah, dan jika Anda meninggalkan rumah atau tidak ada di sana, Anda akan kesulitan meyakinkan polisi Victoria bahwa Anda memiliki memiliki alasan yang sah," ungkap Gubernur Victoria Daniel Andrews, Selasa (4/8), seperti dikutip Reuters.

Andrews menjelaskan, orang yang boleh keluar rumah adalah yang hendak menjalani perawatan medis yang benar-benar mendesak. Aktivitas seperti berolahraga di luar ruangan juga tidak diizinkan.

Baca Juga: WHO: Negara dengan kasus corona tinggi perlu bersiap untuk pertempuran besar

Pekan ini, Andrews akan mengerahkan 500 personel militer tak bersenjata tambahan untuk berjaga-jaga di wilayah Victoria. Personel militer ini akan membantu petugas kepolisian setempat.

Ke-500 personel militer tersebut  akan bergabung dengan 1.500 personel lain yang sebelumnya sudah diterjunkan ke Victoria untuk membantu menertibkan warga.

Secara nasional, Australia sudah menerjunkan hampir 3.000 personel militer dalam upaya penanganan Covid-19. Tugasnya beragam, mulai dari berjaga, membantu petugas kesehatan, sampai urusan logistik.

Saat ini, Australia mencatat hampir 19.000 kasus virus corona dan 232 kematian. Angka ini sejatinya terbilang jauh lebih sedikit dari kebanyakan negara maju lainnya.

Jumlah kasus virus corona melonjak sejak Pemerintah Australia mulai percaya diri dengan melonggarkan protokol kesehatan dan membuka kembali aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Kasus corona dunia tembus 18 juta, benua Amerika sumbang infeksi terbanyak

Hasilnya, angka penularan virus corona di Victoria terus meningkat selama berminggu-minggu. Hingga Selasa (4/8), Victoria melaporkan 439 kasus baru.

Virus corona menyebar dengan cepat di seluruh fasilitas perawatan lansia yang ada di Victoria. Korban jiwa juga banyak datang dari kalangan lansia.



TERBARU

[X]
×