kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,18   -2,20   -0.29%
  • EMAS1.007.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Corona di Iran: Satu orang meninggal setiap tujuh menit


Selasa, 04 Agustus 2020 / 05:56 WIB
Corona di Iran: Satu orang meninggal setiap tujuh menit
ILUSTRASI. Masyarakat kota Teheran, Iran, masih tetap beraktivitas tanpa mengindahkan protokol social distancing.

Sumber: BBC,Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Buruknya penerapan protokol kesehatan menyebabkan setidaknya ada 1 orang meninggal akibat Covid-19 setiap 7 menit di Iran.

Dilaporkan oleh Reuters (3/8), juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Sima Sadat Lari, menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir Iran sudah mencatat 215 kematian akibat Covid-19.

Dengan tambahan tersebut, saat ini total korban meninggal di Iran sudah mencapai 17.405. Sementara itu jumlah kasus infeksi bertambah 2.598 menjadi 312.035.

Stasiun televisi pemerintah Iran pada hari ini juga melaporkan bahwa masih banyak orang Iran yang tidak mengindahkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak satu sama lain.

Sejumlah ahli meragukan keakuratan laporan pemerintah yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan tersebut dan menilai jumlahnya mungkin lebih banyak.

Bukan tanpa alasan, pada bulan April lalu pusat penelitian parlemen Iran melaporkan bahwa jumlah kasus Covid-19 mungkin dua kali lipat lebih banyak apa yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Kasus corona dunia tembus 18 juta, benua Amerika sumbang infeksi terbanyak

Dalam laporan bulan April tersebut, disebutkan bahwa angka yang dikeluarkan oleh pemerintah hanya berdasarkan pada data kematian yang tercatat di rumah sakit dan orang yang sudah positif corona.

Padahal besar kemungkinan anak lebih banyak orang di luar sana yang meninggal akibat corona tanpa pernah menjalani tes Covid-19.

BBC pada hari ini juga melaporkan bahwa, berdasarkan data dari berbagai sumber, jumlah korban meninggal di Iran mungkin tiga kali lipat lebih banyak dari laporan resmi pemerintah.

Pemerintah Iran tetap membantah semua laporan tersebut dan mengatakan bahwa tidak ada apapun yang ditutup-tutupi.

Jumlah kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19 di Iran terus meningkat sejak aturan pembatasan sosial mulai dilonggarkan pada pertengahan April lalu.

Saat ini pemerintah Iran dikabarkan sedang menyiapkan langkah-langkah baru untuk mencegah penyebaran virus. Bahkan kebijakan lockdown bisa saja diberlakukan. Sejak bulan lalu pemerintah Iran juga sudah mewajibkan penggunaan masker untuk semua warganya.

Baca Juga: Survei medis: Lockdown tak efektif menekan angka kematian akibat Covid-19 di AS



TERBARU

[X]
×