Cuaca Panas Landa China, Bikin Aspal Melengkung dan Genteng Pecah

Selasa, 12 Juli 2022 | 22:55 WIB Sumber: Reuters
Cuaca Panas Landa China, Bikin Aspal Melengkung dan Genteng Pecah


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Shanghai termasuk di antara puluhan kota di China yang terpanggang suhu terik karena cuaca panas yang tidak biasa membuat jalan aspal melengkung dan genteng pecah.

Reuters melaporkan, pada pukul 3 sore pada Selasa (12/7), 86 kota termasuk Shanghai telah mengeluarkan peringatan merah, yang tertinggi dalam sistem peringatan tiga tingkat.

Tingkat itu menandakan perkiraan suhu lebih dari 40 derajat Celcius dalam 24 jam ke depan. Konstruksi dan pekerjaan luar ruangan lainnya terpaksa dihentikan.

Shanghai, yang masih memerangi wabah Covid-19 secara sporadis, memperingatkan 25 juta penduduknya untuk bersiap menghadapi cuaca panas pekan ini. 

Sejak pencatatan dimulai pada 1873 silam, Shanghai hanya mencatat 15 hari dengan suhu di atas 40 derajat Celcius.

Baca Juga: Tokyo Membara, Cetak Rekor Gelombang Panas Bulan Juni Terburuk Sejak 1875

Sebuah foto yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan seorang petugas tes Covid-19 dalam setelan hazmat di seluruh tubuh memeluk balok es setinggi 1 meter di tepi jalan.

Staf di taman margasatwa Shanghai seluas 152 hektare menggunakan delapan ton es setiap hari hanya untuk menjaga agar singa, panda, dan hewan lainnya tetap sejuk.

"Tahun ini, cuaca panas datang sedikit lebih awal dari sebelumnya," kata Zhu Daren, warga Shanghai, saat putranya yang berusia lima tahun bermain di air mancur.

"Meskipun baru bulan Juli, saya merasa (cuaca panas) sudah mencapai titik puncaknya," ujar dia kepada Reuters.

Di sebuah kota di Provinsi Jiangxi, jalan melengkung setidaknya 15 cm karena panas, gambar di televisi pemerintah menunjukkan.

Baca Juga: Cuaca Panas Landa Indonesia, BMKG Catat Suhu Maksimum Harian 36,8 Derajat Celcius

Nanjing, salah satu dari tiga "tungku" China yang terkenal karena musim panasnya yang membara, telah membuka tempat perlindungan dari serangan udara panas di bawah tanah untuk penduduk sejak Minggu (10/8). 

Kota itu mengeluarkan peringatan merah pada Selasa (12/8).

Di Chongqing, "tungku" lainnya, atap salah satu museum benar-benar meleleh, dengan genteng atap tradisional China pecah saat panas melarutkan tar di bawahnya. Kota itu menaikkan peringatan merah pada Senin (11/7).

Chongqing juga mengerahkan truk penyemprot air sanitasi untuk menjaga jalan-jalan di kota tetap dingin.

Pekan ini, suhu tinggi, kelembaban, dan radiasi ultraviolet diperkirakan juga akan menyelimuti Kota Wuhan, tungku ketiga.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru