kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Dalam Kunjungan ke Uruguay, Paus Leo XIV Desak Amerika Selatan Jembatani Perpecahan


Minggu, 08 November 2026 / 19:31 WIB
Dalam Kunjungan ke Uruguay, Paus Leo XIV Desak Amerika Selatan Jembatani Perpecahan
Paus Leo melambaikan tangan dari mobil kepausan saat tiba untuk memimpin Misa di Parque Paris Londre.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  MONTEVIDEO. Paus Leo XIV menyerukan negara-negara dan masyarakat Amerika Selatan untuk mengatasi perbedaan serta memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan kawasan.

Pesan tersebut disampaikan dalam kunjungannya ke Uruguay, Sabtu (7/11/2026), di tengah kondisi kawasan yang diwarnai perpecahan politik dan ketimpangan sosial.

Dalam misa di Paysandu, kota di barat laut Uruguay yang berbatasan dengan Argentina, Paus Leo mengajak masyarakat membangun hubungan yang lebih erat dengan mengambil inspirasi dari jembatan internasional yang menghubungkan kedua negara tersebut.

Menurut Paus Leo, jembatan bukan sekadar penghubung wilayah, tetapi juga simbol keterbukaan, komunikasi, dan pertukaran antarmasyarakat. "Penting bagi kita untuk menjadi pembangun jembatan," kata Leo dalam khotbahnya.

Baca Juga: Paus Leo XIV Kembali Pimpin Audiensi di Vatikan Usai Operasi Kanker Paru-Paru

Ia menegaskan, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memperkuat hubungan, mempersatukan perbedaan, dan membangun komunikasi yang lebih baik.

Kunjungan ke Paysandu menjadi salah satu agenda utama perjalanan Leo di Uruguay.

Sekitar 40.000 orang diperkirakan menghadiri misa tersebut, meski hujan deras mengguyur kawasan perbatasan Uruguay dan Argentina. Paus Leo juga menjadi paus pertama yang mengunjungi kota tersebut.

Setelah itu, Paus Leo kembali ke Montevideo untuk menghadiri acara doa bersama di Stadion Centenario. Vatikan memperkirakan sekitar 100.000 orang menghadiri kegiatan tersebut.

Antusiasme masyarakat itu menarik perhatian karena Uruguay dikenal sebagai salah satu negara paling sekuler di Amerika Latin.

Berdasarkan survei lembaga jajak pendapat Cifra, hanya sekitar sepertiga penduduk dewasa Uruguay yang mengidentifikasi diri sebagai umat Katolik. Sementara itu, 28% lainnya mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi tidak terafiliasi dengan agama tertentu. 

Mathias Franco, 18 tahun, yang menghadiri acara tersebut, menilai kunjungan Paus Leo menjadi kesempatan bagi masyarakat Uruguay untuk memperkuat kebersamaan.

"Kunjungan ini merupakan peluang besar bagi Uruguay untuk tumbuh sebagai komunitas," ujarnya.

Baca Juga: Paus Leo XIV Idap Kanker Paru-Paru, Ini Kondisi Terbarunya Setelah Operasi

Selain menyerukan persatuan, Paus Leo juga menyoroti persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial di Uruguay.

Pada Sabtu sore, ia mengunjungi Casavalle, kawasan pinggiran utara Montevideo yang menghadapi persoalan kekerasan dan kejahatan terkait narkoba.

Di kawasan tersebut, Paus Leo melihat langsung kondisi permukiman warga yang sebagian besar berupa rumah sederhana dengan atap seng dan bangunan yang belum selesai.

Ia juga mendengarkan kesaksian warga, termasuk seorang ibu yang menangis ketika menceritakan pengalamannya membesarkan anak saat hidup tanpa tempat tinggal. 


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×