kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Dampak pandemi, angka kelahiran di Jepang akan turun drastis pada 2021


Jumat, 23 Oktober 2020 / 13:12 WIB
ILUSTRASI. Angka kelahiran di Jepang pada tahun 2021 mendatang akan jauh lebih rendah dari tahun 2020.


Sumber: Kyodo | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Protokol kesehatan seperti menggunakan masker dalam persalinan dan pembatasan kunjungan oleh anggota keluarga juga dianggap jadi salah satu penyebab banyak orang menunda kehamilan tahun ini.

Melihat fakta ini, Kyodo melaporkan bahwa pemerintah melalui kementerian terkait berencana memperkuat langkah-langkah dukungan untuk mendorong angka kelahiran di Jepang.

Pemerintah sudah sejak lama khawatir akan rendahnya angka kelahiran di Jepang. Penurunan jumlah kelahiran berarti akan menurunkan jumlah tenaga kerja di masa depan.

Dampaknya adalah tenaga kerja di berbagai sektor akan didominasi oleh orang-orang dengan usia lanjut, sehingga pemerintah perlu mengeluarkan uang lebih banyak untuk jaminan hari tua.

Saat ini seluruh 47 prefektur mencatat penurunan angka kelahiran. Prefektur Yamaguchi mengalami penurunan terbesar pada 29,7%, diikuti oleh Prefektur Aomori pada 23,7% dan Prefektur Ishikawa pada 22,5%.

Selanjutnya: Jepang tawarkan bantuan keuangan ke Indonesia senilai lebih dari Rp 6,9 tirliun




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×