kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Dana Asing Kabur, Obligasi Asia Catat Arus Keluar Terbesar dalam 3,5 Tahun


Selasa, 21 Oktober 2025 / 17:26 WIB
Dana Asing Kabur, Obligasi Asia Catat Arus Keluar Terbesar dalam 3,5 Tahun
ILUSTRASI. Pasar obligasi Asia mencatat arus keluar dana asing terbesar dalam tiga setengah tahun terakhir pada September 2025, dipicu oleh aksi jual besar-besaran di Indonesia menyusul meningkatnya kekhawatiran fiskal dan politik, serta melambatnya aktivitas ekonomi regional.


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pasar obligasi Asia mencatat arus keluar dana asing terbesar dalam tiga setengah tahun terakhir pada September 2025, dipicu oleh aksi jual besar-besaran di Indonesia menyusul meningkatnya kekhawatiran fiskal dan politik, serta melambatnya aktivitas ekonomi regional.

Berdasarkan data otoritas pasar dan asosiasi obligasi di berbagai negara pada Selasa (21/10/2025), investor asing mencatatkan penjualan bersih obligasi senilai US$ 5,48 miliar di lima negara utama Indonesia, Malaysia, Thailand, India, dan Korea Selatan.

Baca Juga: Penutupan Pemerintahan AS Diperkirakan Berakhir Pekan Ini

Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Maret 2022.

Indonesia menjadi penyumbang terbesar arus keluar tersebut, dengan penjualan bersih obligasi asing mencapai US$ 4,6 miliar pada September, level tertinggi bulanan sejak setidaknya 2016.

Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya ketidakpastian fiskal pasca pencopotan mendadak Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan gelombang protes luas yang mengguncang pasar.

Malaysia juga mencatat pelepasan bersih sebesar US$ 1,63 miliar, menjadi penjualan bulanan terbesar sejak Oktober 2024.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Gagal Tembus US$4.000, Tekanan Jual dari ETF Spot Kian Menguat

Sementara itu, produksi industri di sebagian besar ekonomi utama Asia melemah pada September, tertekan oleh tanda-tanda perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS), dampak tarif tinggi yang diberlakukan Presiden Donald Trump, serta permintaan lemah dari China yang terus berlanjut.

“Kelemahan pada permintaan domestik juga akan terus membatasi pertumbuhan di sebagian besar kawasan,” ujar Khoon Goh, Kepala Riset Asia di ANZ, dalam laporannya awal bulan ini.

Goh menambahkan, dalam kondisi tersebut, aset-aset Asia berpotensi mendapat dukungan yang lebih lemah dalam jangka menengah.

Baca Juga: Dua Perempuan di Puncak: Takaichi dan Katayama Tandai Era Baru Politik Jepang

Meski demikian, beberapa pasar mencatat arus masuk terbatas. Obligasi Korea Selatan, India, dan Thailand masing-masing mencatatkan inflow sebesar US$ 563 juta, US$ 124 juta, dan US$ 60 juta pada bulan lalu.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×