kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Dana Pensiun Terbesar Jepang Mencatat Rekor Keuntungan Investasi


Jumat, 07 Agustus 2026 / 15:51 WIB
Dana Pensiun Terbesar Jepang Mencatat Rekor Keuntungan Investasi
ILUSTRASI. Government Pension Investment Fund (GPIF) Jepang melaporkan rekor keuntungan investasi kuartalan. (CFOTO/Sipa USA via Reuters )


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Government Pension Investment Fund (GPIF) Jepang melaporkan rekor keuntungan investasi kuartalan, di saat pemerintah sedang memperdebatkan apakah dana pensiun terbesar di dunia tersebut perlu meninjau kembali strategi investasinya.

Mengutip Reuters, Jumat (7/8/2026), GPIF mencatat keuntungan investasi sebesar 24,1 triliun yen (US$ 152,24 miliar) pada kuartal April-Juni, yang meningkatkan nilai asetnya sebesar 8,2% menjadi 317,8 triliun yen seiring dengan kenaikan harga saham domestik maupun asing.

Portofolio GPIF yang bernilai US$ 2 triliun tersebut dibagi secara merata ke dalam obligasi domestik, obligasi asing, saham domestik, dan saham asing. GPIF tidak memberikan komentar rinci mengenai imbal hasil investasinya ataupun mengadakan taklimat publik terkait laporan tersebut.

Baca Juga: Trump Terjepit, Perang Iran Masuk Bulan Keenam dan Selat Hormuz Jadi Taruhan

"Kami akan terus memantau fluktuasi pasar jangka pendek secara cermat sembari mengelola aset dengan perspektif jangka panjang," ujar Presiden GPIF, Kazuto Uchida, dalam sebuah pernyataan.

Desakan Mengubah Strategi Investasi

Kinerja yang kuat ini muncul di tengah seruan untuk perombakan besar-besaran terhadap fokus investasinya, hanya setahun setelah dana tersebut menyelesaikan tinjauan lima tahunannya yang terbaru.

Bulan lalu, Menteri Keuangan Satsuki Katayama menyatakan bahwa pemerintah berupaya mengarahkan dana pensiun negara untuk meningkatkan investasi pada aset lokal, seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi domestik dan saham yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Namun, para pejabat pemerintah kini mengatakan bahwa belum ada langkah kebijakan besar yang diambil untuk mengubah portofolio acuan GPIF dalam waktu dekat. Menurut mereka, opsi yang lebih praktis adalah memberikan keleluasaan lebih besar bagi dana tersebut untuk bergerak dalam rentang yang diizinkan di sekitar target yang ada saat ini, tanpa harus melakukan tinjauan strategis.

Portofolio dasar GPIF menetapkan target 25% untuk masing-masing dari empat kelas aset, dengan toleransi penyimpangan sebesar lima hingga enam poin persentase.

Namun, GPIF jarang memanfaatkan fleksibilitas tersebut. Hal ini sebagian disebabkan oleh evaluasi kelembagaan yang lebih mengutamakan keselarasan antara komposisi aset serta kinerja investasi dengan tolok ukur (benchmark) yang ditetapkan, ujar Koji Okuda, peneliti eksekutif di Dai-ichi Life Research Institute.

Baca Juga: Arab Saudi, Turki dan Pakistan Akan Meneken Kesepakatan Pertahanan Bersama

"Fokus tersebut mungkin mendorong GPIF untuk melakukan penyeimbangan ulang portofolio lebih sering daripada yang sebenarnya diperlukan," katanya.

Tantangan Reformasi

Skala GPIF sangat besar sehingga perubahan kecil sekalipun pada alokasi obligasi atau ekuitas domestik dapat berdampak luas terhadap pasar mata uang, saham, dan utang, bahkan hingga ke luar Jepang.

Perubahan formal pada portofolio dasarnya merupakan proses yang panjang dan sangat terikat pada prosedur kelembagaan.

GPIF ini meninjau strategi investasi jangka menengahnya setiap lima tahun sekali, berbarengan dengan tinjauan aktuaria yang dilakukan Kementerian Kesehatan terhadap sistem pensiun publik.

Proses tersebut mengevaluasi kembali kondisi keuangan pensiun jangka panjang serta menjadi dasar penentuan target imbal hasil dan alokasi tolok ukur GPIF.

Baca Juga: Dana Ekuitas Global Catat Arus Masuk 11 Minggu Berturut

Meskipun kenaikan imbal hasil obligasi domestik bisa menjadi alasan untuk melakukan tinjauan ulang, perombakan besar-besaran pada tahun 2014 menunjukkan bahwa perubahan signifikan memerlukan kepemimpinan politik yang kuat. Kala itu, GPIF memangkas target obligasi domestik dari 60% menjadi 35% dan menaikkan target ekuitas domestik dari 12% menjadi 25%, sembari meningkatkan porsi aset luar negeri.

Perubahan arah kebijakan tersebut baru mendapatkan momentum setelah Shinzo Abe memulai masa jabatan keduanya sebagai perdana menteri pada tahun 2012 dan menjadikan reformasi GPIF sebagai bagian dari agenda ekonominya. Pemerintahannya membentuk panel ahli dan menggalang dukungan lintas kementerian, termasuk dari Kementerian Kesehatan yang mengawasi dana tersebut.

Okuda dari Dai-ichi Life menyatakan bahwa perombakan tahun 2014 didasari oleh tujuan politik yang jelas untuk menata ulang perekonomian Jepang pasca-deflasi.

"Meskipun peralihan menuju kondisi inflasi saat ini bisa menjadi alasan untuk melakukan perubahan, pemerintah belum menyikapinya dengan komitmen politik yang setara," ujar Okuda. 

($1 = 158,3000 yen)




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×