kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Arab Saudi, Turki dan Pakistan Akan Meneken Kesepakatan Pertahanan Bersama


Jumat, 07 Agustus 2026 / 15:12 WIB
Arab Saudi, Turki dan Pakistan Akan Meneken Kesepakatan Pertahanan Bersama
ILUSTRASI. Turki, Arab Saudi, dan Pakistan akan menandatangani kesepakatan pertahanan bersama pada Jumat (7/8/2026).(KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - KARACHI. Turki, Arab Saudi, dan Pakistan akan menandatangani kesepakatan pertahanan bersama pada Jumat (7/8/2026), menurut sumber-sumber regional yang mengetahui langsung masalah tersebut. 

Mengutip Reuters, Jumat (7/8/2026), langkah ini diambil di tengah gejolak kawasan, di mana negara-negara Teluk menghadapi tekanan dari Iran setelah Iran diserang oleh AS dan Israel.

Meskipun kesepakatan ini semakin memperkuat kelompok kekuatan utama Muslim Sunni yang sedang berkembang, belum ada kejelasan segera mengenai komitmen masing-masing negara.

Seorang pejabat Turki mengonfirmasi bahwa kesepakatan tersebut akan ditandatangani. Turki merupakan anggota NATO. Arab Saudi, sekutu AS lainnya, adalah salah satu eksportir minyak terbesar dunia dan negara Teluk terkuat, sementara Pakistan adalah satu-satunya negara Muslim yang memiliki senjata nuklir.

Baca Juga: Pasokan Domestik Terganggu, Impor Batubara China Melejit 23% di Bulan Juli

Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, didampingi oleh kepala angkatan darat yang berpengaruh Asim Munir, akan bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Jeddah untuk penandatanganan tersebut. 

Kesepakatan ini menyusul negosiasi selama hampir satu tahun—yang dilaporkan oleh Reuters pada bulan Januari—dan terjadi saat konflik yang melibatkan Iran menyingkap kerentanan keamanan negara-negara Teluk serta mengganggu pengiriman minyak dan barang-barang penting lainnya melalui Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada bulan Januari mengatakan bahwa Ankara mendukung platform keamanan regional yang lebih luas untuk mendorong kerja sama dan stabilitas.

Baca Juga: Dana Ekuitas Global Catat Arus Masuk 11 Minggu Berturut

Sebuah kesepakatan Saudi-Pakistan yang sudah ada menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu pihak dianggap sebagai serangan terhadap keduanya dan mencakup segala cara militer, demikian disampaikan seorang pejabat Saudi kepada Reuters sebelumnya.

Militer dan pemerintah Pakistan tidak segera menanggapi permintaan komentar. Pemerintah Arab Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×