Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - BEIJING. China, pembeli batubara terbesar di dunia, mengimpor 23% lebih banyak batubara pada bulan Juli 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Ini karena pasokan batubara domestik masih terbatas menyusul kecelakaan tambang pada bulan Mei 2026.
Menurut data bea cukai China yang dirilis pada Jumat (7/8/2026), total impor batubara China pada bulan Juli 2026 mencapai 43,73 juta metrik ton, naik tipis dari 42,78 juta ton pada bulan Juni 2026.
Pada bulan Juni 2026, produksi batubara China turun hampir 10% secara tahunan.
Baca Juga: Dana Ekuitas Global Catat Arus Masuk 11 Minggu Berturut
Seperti dilansir Reuters, 82 orang tewas ketika ledakan gas terjadi di tambang batubara Liushenyu di Shanxi pada 22 Mei 2026.
Akibat kecelakaan tersebut, banyak tambang harus menghentikan produksi sementara pemeriksaan keselamatan dilakukan.
Data bea cukai China juga menunjukkan bahwa selama tujuh bulan pertama tahun ini, impor batubara China naik 4,3% menjadi 268,11 juta metrik ton.
Baca Juga: Harga Emas Bersiap Mencatat Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak Januari













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
