kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.399   54,80   0,86%
  • KOMPAS100 843   10,44   1,25%
  • LQ45 639   8,30   1,32%
  • ISSI 221   2,31   1,05%
  • IDX30 359   4,50   1,27%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 96   1,25   1,32%
  • IDXV30 120   0,92   0,77%
  • IDXQ30 114   1,20   1,06%

Harga Emas Bersiap Mencatat Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak Januari


Jumat, 07 Agustus 2026 / 14:42 WIB
Harga Emas Bersiap Mencatat Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak Januari
ILUSTRASI. Harga emas naik lebih dari 1% pada Jumat (7/8/2026) dan bersiap mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Januari.(REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas naik lebih dari 1% pada Jumat (7/8/2026) dan bersiap mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Januari, didorong oleh penurunan harga minyak, sementara investor menantikan data non-farm payrolls AS untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek suku bunga.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.285,89 per ons pada pukul 06.35 GMT, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh minggu pada hari Kamis. Harga emas mencatat kenaikan 6% sepanjang minggu ini.

Harga emas berjangka AS naik 1,1% menjadi US$ 4.344,90.

Matt Simpson, analis senior di StoneX mengatakan, harapan akan perdamaian di Timur Tengah menurunkan ekspektasi inflasi, sehingga memungkinkan harga emas melonjak dari fase konsolidasi selama beberapa minggu di atas level US$ 4.000.

Baca Juga: Indeks Nikkei Ditutup Melemah, Saham Terkait AI Kembali Tergelincir

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa ia yakin perang dengan Iran akan segera berakhir.

Harga minyak mentah diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan. Harga energi yang lebih rendah membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi mengenai suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama. 

Emas merupakan aset lindung nilai terhadap inflasi, namun suku bunga yang tinggi cenderung menekan daya tariknya karena emas tidak memberikan imbal hasil (yield.

Laporan non-farm payrolls AS untuk bulan Juli dijadwalkan rilis pada pukul 12.30 GMT. 

"Terlepas dari bagaimana hasil data NFP nantinya, level US$ 4.000 telah terbukti menjadi level support yang kuat—dan saya menduga para bull sedang menunggu penurunan harga untuk memanfaatkan koreksi yang sangat dibutuhkan menuju level US$ 4.600. NFP mungkin akan memicu sedikit gejolak dalam jangka pendek, namun pergerakan harga telah memberikan sinyal yang jelas, dan emas tampaknya siap untuk reli," tambah Simpson.

Baca Juga: Harga Emas Spot Naik Lebih dari 1% pada Jumat (7/8), Selama Sepekan Sudah Melejit 6%

Saat ini, para pedagang melihat adanya peluang sebesar 55% untuk kenaikan suku bunga AS pada bulan September, menurut data CME FedWatch Tool.

"Memasuki bulan Agustus, kami memiliki pandangan yang lebih positif terhadap emas dan memperkirakan akan terbentuk rentang perdagangan yang lebih lebar," ungkap Marex dalam sebuah catatan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×