kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.174   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.594   -39,89   -0,52%
  • KOMPAS100 1.050   -4,57   -0,43%
  • LQ45 756   -3,02   -0,40%
  • ISSI 275   -1,90   -0,69%
  • IDX30 401   -1,97   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   -0,83   -0,17%
  • IDX80 118   -0,43   -0,36%
  • IDXV30 138   -1,24   -0,89%
  • IDXQ30 129   -0,39   -0,30%

Pakistan Tunda Kesepakatan Senjata US$1,5 Miliar dengan Sudan Usai Desakan Arab Saudi


Senin, 20 April 2026 / 18:47 WIB
Pakistan Tunda Kesepakatan Senjata US$1,5 Miliar dengan Sudan Usai Desakan Arab Saudi
ILUSTRASI. Proyek senjata Pakistan senilai Rp22 triliun dengan Sudan mendadak tertunda. (Altaf Hussain/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pakistan menunda kesepakatan senjata senilai US$1,5 miliar dengan Sudan setelah Arab Saudi meminta perjanjian tersebut dihentikan dan menyatakan tidak akan lagi membiayai pembelian tersebut.

Menurut sumber keamanan Pakistan dan sumber diplomatik, kesepakatan itu mencakup pasokan senjata dan jet tempur untuk Sudan. Sebelumnya, Reuters melaporkan pada Januari bahwa perjanjian tersebut telah memasuki tahap akhir dan difasilitasi oleh Arab Saudi.

Konflik antara tentara Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces selama hampir tiga tahun terakhir telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Konflik tersebut juga meningkatkan persaingan kepentingan asing di negara produsen emas utama di kawasan Laut Merah itu.

Kesepakatan dengan Sudan merupakan bagian dari sejumlah penjualan alat pertahanan yang sedang dinegosiasikan militer Pakistan. Hal ini terjadi setelah jet tempur dan sistem persenjataan Pakistan mendapat sorotan pasca bentrokan dengan India pada Mei tahun lalu.

Baca Juga: Harga Minyak Meroket 5%, Pasar Saham Global Koreksi: Konflik Timur Tengah Panas Lagi

Hubungan Pakistan dan Arab Saudi memang sangat erat. Riyadh selama ini menjadi salah satu sumber pinjaman dan pembiayaan penting bagi ekonomi Pakistan yang sedang tertekan.

Kedua negara juga memperdalam hubungan setelah menandatangani pakta pertahanan bersama tahun lalu, yang menyatakan serangan terhadap salah satu negara dianggap sebagai serangan terhadap keduanya.

Salah satu sumber keamanan menyebut Arab Saudi meminta Pakistan menghentikan kesepakatan setelah Riyadh membatalkan rencana pembiayaannya.

Selain faktor pendanaan, sejumlah negara Barat juga disebut telah menyarankan Arab Saudi untuk menghindari keterlibatan dalam perang proksi di Afrika.

Dalam konflik Sudan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab diketahui mendukung pihak yang berbeda. Arab Saudi lebih condong mendukung tentara Sudan, sementara Uni Emirat Arab dituduh memberikan dukungan logistik kepada Rapid Support Forces, meskipun tuduhan tersebut dibantah secara resmi.

Baca Juga: Bank of Japan Diperkirakan Tahan Suku Bunga April di Tengah Perang Timur Tengah

Menurut sumber tersebut, pertemuan antara pimpinan militer Sudan dan pejabat Arab Saudi di Riyadh pada Maret lalu menjadi titik balik yang membuat pembiayaan Saudi untuk kesepakatan tersebut dihentikan.

Tidak hanya kesepakatan dengan Sudan, potensi kontrak senjata lain senilai US$4 miliar dengan Libyan National Army juga disebut berada dalam ancaman. Hal ini karena Arab Saudi sedang meninjau ulang strateginya di Sudan dan Libya.

Perubahan sikap Arab Saudi ini menunjukkan adanya penyesuaian kebijakan Riyadh terhadap konflik di Afrika dan kawasan Timur Tengah, khususnya terkait dukungan militer dan peran dalam konflik regional.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×