CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dari WHO, ini 8 hal yang perlu Anda ketahui tentang varian Omicron


Senin, 29 November 2021 / 12:48 WIB
Dari WHO, ini 8 hal yang perlu Anda ketahui tentang varian Omicron
ILUSTRASI. Warga mengantre untuk mendapatkan makanan di tengah penyebaran Covid-19 di Kota Alexandra, Afrika Selatan, Selasa (28/4/2020). WHO menetapkan varian B.1.1.529 sebagai varian of concern (VOC) bernama Omicron. REUTERS/Siphiwe Sibeko


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Tingkat keparahan penyakit akibat varian Omicron

Belum jelas, apakah infeksi Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibanding infeksi varian lain, termasuk Delta. 

Data awal menunjukkan, ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan, tetapi ini mungkin disebabkan oleh peningkatan jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi, bukan akibat infeksi spesifik dengan Omicron," sebut WHO.

Saat ini, tidak ada informasi yang menunjukkan, gejala yang terkait dengan Omicron berbeda dari varian lainnya. 

Tapi, memahami tingkat keparahan varian Omicron akan memakan waktu berhari-hari hingga beberapa minggu. 

Yang terang, semua varian Covid-19, termasuk varian Delta yang dominan di seluruh dunia, bisa menyebabkan penyakit parah atau kematian, khususnya bagi orang-orang yang paling rentan. Sehingga, pencegahan selalu menjadi kunci.

Baca Juga: Varian Omicron mungkin sudah berjalan masuk menuju Indonesia, ini solusinya

Infeksi ulang varian Omicron

Bukti awal menunjukkan, mungkin ada peningkatan risiko infeksi ulang oleh varian Omicron, yakni orang yang sebelumnya terkena Covid-19 bisa terinfeksi ulang dengan lebih mudah dibanding VOC lainnya

Namun, WHO menyatakan, informasinya masih terbatas. Informasi lebih lanjut tentang ini akan tersedia dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

Efektivitas vaksin terhadap varian Omicron

WHO bekerjasama dengan mitra teknis untuk memahami dampak potensial dari varian ini pada tindakan pencegahan yang ada saat ini, termasuk vaksin. 

"Vaksin tetap penting untuk mengurangi penyakit parah dan kematian, termasuk melawan virus dominan yang beredar, Delta. Vaksin saat ini tetap efektif melawan penyakit parah dan kematian," tegas WHO.

Baca Juga: Ada virus corona Omicron, syarat perjalanan internasional diperketat, ini aturannya




TERBARU

[X]
×