kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Darurat! Korban gelombang panas Pakistan 700 jiwa


Rabu, 24 Juni 2015 / 11:44 WIB
Darurat! Korban gelombang panas Pakistan 700 jiwa


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KARACHI. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif akhirnya mengeluarkan kebijakan darurat terkait gelombang panas yang melanda negara tersebut. Sebab, jumlah korban tewas akibat gelombang panas di provinsi Sindh hampir mencapai 700 jiwa.

Saat ini, pihak tentara sudah dikerahkan untuk mendirikan pusat penanganan suhu panas ekstrem, yang panasnya mencapai 45 derajat celcius.

Pihak pemerintah memang mendapat kritikan keras karena tidak melakukan penanganan segera dalam menangani krisis ini.

Banyak warga yang marah terhadap pemerintah karena terputusnya aliran listrik sehingga mereka tidak dapat menggunakan air conditioner dan kipas angin.

Permasalahan semakin buruk dengan ketiadaan air pada siang hari selama bulan Ramadhan.

Jumlah korban meningkat

Pada Selasa (23/6), National Disaster Management Authority (NDMA) mengatakan pihaknya sudah menerima perintah dari Sharif untuk melakukan aksi penanganan krisis secepatnya.

Perintah tersebut datang menyusul adanya laporan bahwa Departemen Kesehatan di provinsi Sindh Saeed Mangnejo melaporkan korban tewas akibat gelombang panas mencapai 612 orang dalam empat hari terakhir di rumah sakit Karachi pemerintah. Sedangkan 80 orang lainnya meninggal di rumah sakit swasta.

Mayoritas dari korban tewas adalah orangtua yang datang dari warga miskin.

Saat ini, ribuan orang masih dirawat dan beberapa dari mereka berada dalam kondisi serius.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×