kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Data 33,7 Juta Akun Pelanggan Coupang Dibobol, Diduga Libatkan Mantan Pegawai


Minggu, 30 November 2025 / 14:47 WIB
Data 33,7 Juta Akun Pelanggan Coupang Dibobol, Diduga Libatkan Mantan Pegawai
ILUSTRASI. Pencurian data. KONTAN/Muradi


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Raksasa e-commerce Korea Selatan, Coupang, mengumumkan informasi pribadi dari 33,7 juta akun pelanggan telah terekspos akibat akses data yang tidak sah.

Coupang, yang kerap dijuluki sebagai “Amazon versi Korea Selatan” dan dikenal luas berkat layanan pengiriman cepat “Rocket Delivery”, dalam pernyataannya pada Sabtu (29/11) mengatakan mereka mendeteksi pelanggaran data tersebut pada 18 November dan langsung melaporkannya kepada otoritas terkait.

“Investigasi lanjutan menunjukkan jumlah akun pelanggan yang terekspos mencapai sekitar 33,7 juta, seluruhnya di Korea," kata perusahaan itu.

Baca Juga: Aktivitas Manufaktur China di Jalur Kontraksi dalam Delapan Bulan Berturut

Sebelumnya, Coupang melaporkan bahwa jumlah pelanggan aktif layanan perdagangan produknya mencapai 24,7 juta pada kuartal ketiga.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus kebocoran data yang menimpa perusahaan besar Korea Selatan, termasuk SK Telecom. Menurut laporan Yonhap News Agency pada Minggu, seorang mantan karyawan asal China diduga berada di balik aksi pembobolan tersebut dan kini telah meninggalkan Korea Selatan. Coupang telah mengajukan pengaduan kepada pihak kepolisian bulan ini, dan penyelidikan pun sedang berlangsung.

Perusahaan menyatakan bahwa data yang terekspos mencakup nama, alamat email, nomor telepon, alamat pengiriman, serta sebagian riwayat pesanan. Namun, tidak ada informasi pembayaran atau kredensial login yang bocor.

Coupang mengungkapkan akses tidak sah terhadap data pelanggan tersebut diyakini telah dimulai sejak 24 Juni melalui server di luar negeri. Penyelidikan masih berlanjut dan perusahaan terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum serta otoritas regulasi.

Coupang belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar lebih lanjut di luar jam kerja.

Selanjutnya: ESDM Ungkap Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sumatra

Menarik Dibaca: Resep Donat Mochi Super Chewy dan Lumer yang Anti Gagal




TERBARU

[X]
×