kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Aktivitas Manufaktur China di Jalur Kontraksi dalam Delapan Bulan Berturut


Minggu, 30 November 2025 / 14:24 WIB
Aktivitas Manufaktur China di Jalur Kontraksi dalam Delapan Bulan Berturut
ILUSTRASI. Pengunjung mengamati produk manufaktur China di pameran China Homelife Indonesia di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Jumat (15/3/2024). Pameran Dagang B2B China Homelife Indonesia ke-5 diikuti lebih dari 1.018 perusahaan dari Zhejiang, Guangdong, Sichuan, Jiangsu, dan daerah lainnya yang menampilkan beragam produk manufaktur China untuk menunjukkan keunggulan dan kualitas produk serta teknologi terkini yang dimiliki masing-masing brand./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/15/03/2024.


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Aktivitas manufaktur China kembali menyusut untuk bulan kedelapan berturut-turut pada November, sementara sektor jasa juga melambat. Kondisi ini menyoroti dilema yang dihadapi para pembuat kebijakan dan melanjutkan reformasi struktural yang ketat serta menambah stimulus guna mendorong permintaan domestik.

Survei Biro Statistik Nasional (NBS) yang dirilis Minggu (30/11) menunjukkan indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur naik tipis menjadi 49,2 pada November dari 49,0 pada Oktober, tetap berada di bawah ambang batas 50 yang memisahkan ekspansi dari kontraksi. Angka tersebut sesuai dengan perkiraan para analis dalam jajak pendapat Reuters.

Data tersebut mencerminkan sulitnya sektor manufaktur mempertahankan pemulihan pasca-pandemi COVID-19, diperparah perang dagang dengan Amerika Serikat yang meningkatkan tekanan terhadap dunia usaha.

Baca Juga: Bagaimana Charlie Munger Meraih US$50 Juta di Tahun Terakhir Hidupnya

Output manufaktur stagnan dengan subindeks berada di level 50,0. Subindeks pesanan baru serta pesanan ekspor baru meningkat dibanding Oktober namun masih bertahan di bawah 50.

Meski perlambatan berlanjut, Goldman Sachs memperkirakan pemerintah China kemungkinan menunda dukungan kebijakan besar hingga kuartal pertama tahun depan, mengingat target pertumbuhan tahun ini dinilai masih dapat tercapai. Pemerintah China menargetkan pertumbuhan sekitar 5% pada 2025.

Selama beberapa dekade, China mengandalkan dua instrumen utama untuk menggerakkan ekonominya yakni meningkatkan produksi industri untuk memperkuat ekspor saat konsumsi rumah tangga melemah, atau menggelontorkan dana negara untuk proyek infrastruktur. Namun, perlambatan global, krisis properti berkepanjangan, serta beban utang pemerintah daerah membuat upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi menjadi lebih sulit, sehingga tuntutan reformasi struktural kembali mengemuka.

Meski PMI manufaktur secara keseluruhan melemah, PMI perusahaan manufaktur kecil naik dua poin menjadi 49,1 level tertinggi enam bulan. Menurut Tianchen Xu, ekonom senior Economist Intelligence Unit, peningkatan ini mungkin didorong ketahanan ekspor dan penurunan tarif tinggi AS terhadap barang China yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump.

PMI non-manufaktur yang mencakup sektor jasa dan konstruksi turun menjadi 49,5 dari 50,1 pada Oktober, memasuki kontraksi untuk pertama kalinya sejak Desember 2022. Sektor jasa turun ke bawah 50 untuk pertama kali sejak September 2024, mencapai titik terendah sejak Desember 2023, seiring memudarnya dorongan dari libur panjang Oktober.

"Indeks aktivitas bisnis untuk sektor real estat dan layanan rumah tangga turun di bawah 50, menunjukkan lemahnya aktivitas pasar," kata Huo Lihui, ahli statistik NBS.

Meski begitu, subindeks prospek bisnis jasa berada di 55,9, menunjukkan pelaku usaha jasa masih optimistis terhadap perkembangan pasar ke depan.

Para pembuat kebijakan menyadari perlunya reformasi untuk mengatasi ketidakseimbangan penawaran-permintaan, meningkatkan konsumsi rumah tangga, serta menangani utang pemerintah daerah yang membatasi kemampuan banyak provinsi mendanai dirinya sendiri.

Namun, mereka juga memahami perubahan struktural tersebut akan menyakitkan dan memiliki risiko politik, terutama ketika tekanan dari perang dagang Trump masih membayangi. Pada Rabu, China meluncurkan rencana peningkatan konsumsi dengan fokus pada peningkatan kualitas barang konsumsi di daerah pedesaan serta sektor seperti hewan peliharaan, anime, dan mainan tren.

"Jika pemerintah dapat mengalokasikan sepertiga subsidi konsumsinya ke sektor jasa pada 2026, itu akan memberikan dorongan besar bagi industri dan lapangan kerja,” kata Xu dari EIU.

Selanjutnya: Tanggap Bencana Sumatera, Danantara Gerakkan Jaringan BUMN Bawa Logistik & Excavator

Menarik Dibaca: Resep Donat Mochi Super Chewy dan Lumer yang Anti Gagal




TERBARU

[X]
×