Sumber: Yahoo Finance | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - Charlie Munger menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya dengan cara yang tak banyak dipilih investor seusianya: merangkul kompleksitas.
Wakil Ketua Berkshire Hathaway itu tetap aktif berdiskusi, belajar, dan bertanya, bahkan hanya beberapa minggu sebelum tutup usia termasuk soal apakah Hukum Moore masih relevan di era kecerdasan buatan.
Semangat yang sama yang membantunya bersama Warren Buffett membesarkan Berkshire menjadi raksasa bernilai triliunan dolar, bertahan hingga akhir hayatnya.
Baca Juga: Lima Pelajaran Hidup dari Charlie Munger yang Sering Terlambat Disadari
Dalam setahun sebelum wafat, Munger membuat salah satu langkah paling mengejutkan sepanjang kariernya. Ia meraup keuntungan lebih dari US$ 50 juta dari dua saham perusahaan batubara, sektor yang nyaris tak pernah ia sentuh selama enam dekade.
Pada 2023, ia melihat saham Consol Energy dan Alpha Metallurgical Resources diperdagangkan pada valuasi murah di tengah skeptisisme industri. Taruhan itu jitu: saham Consol melonjak dua kali lipat, Alpha meroket, dan nilai keuntungannya menembus US$ 50 juta.
Di saat bersamaan, fokus Munger pada bisnis properti makin intens. Bersama dua mitra dekatnya, Avi Mayer dan Reuven Gradon, ia mendorong ekspansi Afton Properties hingga mendekati 10.000 unit apartemen di California Selatan dengan valuasi sekitar US$3 miliar.
Munger terlibat dalam berbagai detail dari tenor utang jangka panjang, desain berlantai rendah, hingga pemilihan lingkungan, material konstruksi, dan bahkan warna cat. Beberapa hari sebelum meninggal, ia masih menegosiasikan pembelian gedung di depan gerai Costco yang baru.
Baca Juga: Tak Sekadar Memilih Saham, Ini Rahasia Sukses Charlie Munger
Di luar urusan bisnis, Munger tetap membangun komunitas yang memberinya energi. Ia rutin menghadiri sarapan mingguan di Los Angeles Country Club bersama investor, eksekutif, dan sahabat lama.
Di sana ia kembali mengulas pelajaran klasik seperti keyakinannya bahwa hanya beberapa investasi unggul yang menentukan perjalanan Berkshire seraya menyerap perspektif baru dari lingkarannya.
Meski penglihatan dan mobilitasnya menurun, Munger menjaga rutinitas kecil yang ia cintai: menyantap burger In-N-Out, hot dog Costco, makan siang panjang dengan See’s Candy, hingga pai ceri.
Menjelang rencana perayaan ulang tahunnya yang ke-100, ia mengaku puas dengan pencapaian hidupnya dan optimistis terhadap masa depan Berkshire.
Baca Juga: Charlie Munger, Tangan Kanan Warren Buffett & Pilar Kesuksesan Berkshire Hathaway
Pada malam Thanksgiving, di sebuah rumah sakit dekat Montecito, Munger meminta ruangan dikosongkan. Ia ingin menelepon Buffett.
Di ujung sambungan itu, dua sahabat yang membangun salah satu kerajaan bisnis terbesar di dunia mengucapkan salam perpisahan terakhir mereka.













