kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.950   -92,00   -0,51%
  • IDX 6.350   30,40   0,48%
  • KOMPAS100 835   3,12   0,37%
  • LQ45 634   -1,24   -0,19%
  • ISSI 220   2,33   1,07%
  • IDX30 356   -1,21   -0,34%
  • IDXHIDIV20 435   -3,61   -0,82%
  • IDX80 95   0,22   0,23%
  • IDXV30 120   -0,60   -0,50%
  • IDXQ30 113   -0,42   -0,37%

Data WHO: 1 dari 7 kasus virus corona adalah petugas medis


Kamis, 17 September 2020 / 20:03 WIB


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Satu dari tujuh kasus virus corona baru yang dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah petugas medis. Dan, di beberapa negara, angkanya meningkat menjadi satu dari tiga kasus.

WHO menyerukan, agar petugas medis garis depan mendapatkan peralatan pelindung untuk mencegah mereka terinfeksi virus corona baru. Sebab, berpotensi menyebarkannya ke pasien dan keluarga mereka.

"Secara global, sekitar 14 persen kasus Covid-19 yang dilaporkan ke WHO terjadi di antara petugas medis, dan di beberapa negara sebanyak 35 persen," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Kamis (17/9), seperti dikutip Reuters.

Hanya, dia mengatakan, data terbatas dan sulit untuk mengetahui, apakah petugas medis terinfeksi virus corona di tempat kerja atau komunitas mereka.

Baca Juga: WHO: Jangan ubah pandemi virus corona jadi politik sepak bola

“Bukan hanya risiko infeksi. Setiap hari, petugas medis mengalami stres, kelelahan, stigma, diskriminasi, bahkan kekerasan,” ungkap Tedros dalam konferensi pers Hari Keselamatan Pasien Sedunia.

Menghantui petugas medis

Guy Ryder, Direktur Jenderal Organisasi Buruh Internasional (ILO), menyebutkan, angka WHO tentang infeksi di antara petugas medis adalah "kesaksian yang mengejutkan".




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×