kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Defisit anggaran AS US$ 1,5 triliun menjadi ancaman ekonomi global terbesar


Sabtu, 29 Januari 2011 / 21:51 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

NEW YORK. CEO JPMorgan Chase & Co. Jamie Damon mengatakan, estimasi defisit anggaran Pemerintah AS sebesar US$ 1,5 trilun dan pengeluaran negara adalah ancaman terbesar bagi perekonomian global.

"Saya tidak hanya membicarakan tentang AS. Namun pemerintah sejatinya harus menunjukkan bahwa ada keinginan untuk mengatasi masalah ini," katanya dalam wawancara dengan Bloomberg di Davos.

Lembaga pemeringkat Moody's kemarin mengatakan, bahwa kemungkinan akan menempatkan peringkat obligasi pemerintah AS kedalam outlook negatif dalam dua tahun kedepan karena membesarnya defisit anggaran pemerintah.

"Saya sedikit khawatir tentang peningkatan yield tresuri sebagai kebijakan untuk memangkas pengeluaran dan menurunkan defisit," katanya.

Hal yang terbaik adalah pertumbuhan yang nyata, seperti penurunan jumlah pengangguran dengan inflasi sedikit naik dan peringkat obligasi yang kembali naik. "Tidak masuk akal jika dikatakan kita memiliki perekonomian yang kuat jika peringkat obligasi naik 100 atau 200 basis poin dan defisit terus mengancam," katanya.




TERBARU

[X]
×