kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Defisit anggaran AS US$ 1,5 triliun menjadi ancaman ekonomi global terbesar


Sabtu, 29 Januari 2011 / 21:51 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

NEW YORK. CEO JPMorgan Chase & Co. Jamie Damon mengatakan, estimasi defisit anggaran Pemerintah AS sebesar US$ 1,5 trilun dan pengeluaran negara adalah ancaman terbesar bagi perekonomian global.

"Saya tidak hanya membicarakan tentang AS. Namun pemerintah sejatinya harus menunjukkan bahwa ada keinginan untuk mengatasi masalah ini," katanya dalam wawancara dengan Bloomberg di Davos.

Lembaga pemeringkat Moody's kemarin mengatakan, bahwa kemungkinan akan menempatkan peringkat obligasi pemerintah AS kedalam outlook negatif dalam dua tahun kedepan karena membesarnya defisit anggaran pemerintah.

"Saya sedikit khawatir tentang peningkatan yield tresuri sebagai kebijakan untuk memangkas pengeluaran dan menurunkan defisit," katanya.

Hal yang terbaik adalah pertumbuhan yang nyata, seperti penurunan jumlah pengangguran dengan inflasi sedikit naik dan peringkat obligasi yang kembali naik. "Tidak masuk akal jika dikatakan kita memiliki perekonomian yang kuat jika peringkat obligasi naik 100 atau 200 basis poin dan defisit terus mengancam," katanya.




TERBARU

[X]
×