kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Defisit anggaran AS US$ 1,5 triliun menjadi ancaman ekonomi global terbesar


Sabtu, 29 Januari 2011 / 21:51 WIB
Defisit anggaran AS US$ 1,5 triliun menjadi ancaman ekonomi global terbesar


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

NEW YORK. CEO JPMorgan Chase & Co. Jamie Damon mengatakan, estimasi defisit anggaran Pemerintah AS sebesar US$ 1,5 trilun dan pengeluaran negara adalah ancaman terbesar bagi perekonomian global.

"Saya tidak hanya membicarakan tentang AS. Namun pemerintah sejatinya harus menunjukkan bahwa ada keinginan untuk mengatasi masalah ini," katanya dalam wawancara dengan Bloomberg di Davos.

Lembaga pemeringkat Moody's kemarin mengatakan, bahwa kemungkinan akan menempatkan peringkat obligasi pemerintah AS kedalam outlook negatif dalam dua tahun kedepan karena membesarnya defisit anggaran pemerintah.

"Saya sedikit khawatir tentang peningkatan yield tresuri sebagai kebijakan untuk memangkas pengeluaran dan menurunkan defisit," katanya.

Hal yang terbaik adalah pertumbuhan yang nyata, seperti penurunan jumlah pengangguran dengan inflasi sedikit naik dan peringkat obligasi yang kembali naik. "Tidak masuk akal jika dikatakan kita memiliki perekonomian yang kuat jika peringkat obligasi naik 100 atau 200 basis poin dan defisit terus mengancam," katanya.




TERBARU

[X]
×