Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Pemerintah India dikabarkan tengah bersiap menghadapi pelebaran defisit anggaran yang lebih besar dari perkiraan pada tahun fiskal ini. Lonjakan biaya subsidi energi akibat memanasnya konflik di Iran disebut menjadi salah satu faktor yang menekan kondisi fiskal negara tersebut.
Laporan Bloomberg (12/6), mengutip seorang pejabat yang mengetahui pembahasan tersebut, menyebutkan bahwa pemerintah India membuka ruang bagi defisit anggaran untuk melebar hingga 4,8% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dibandingkan target defisit 4,3% yang ditetapkan dalam anggaran pada Februari lalu.
Jika terealisasi, pelebaran defisit tersebut menunjukkan besarnya tekanan yang dihadapi pemerintah India akibat kenaikan harga energi global. Konflik di Iran telah memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak dunia dan berpotensi mendorong harga energi tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: India Batasi Pembelian Solar di SPBU, Maksimal 200 Liter per Hari
Kenaikan harga energi biasanya berdampak langsung pada beban subsidi pemerintah, terutama di negara-negara yang masih memberikan dukungan fiskal untuk menjaga harga bahan bakar dan energi tetap terjangkau bagi masyarakat. Kondisi ini dapat mempersempit ruang fiskal dan memaksa pemerintah menambah belanja di luar rencana awal.
Hingga saat ini, Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Reuters juga telah meminta tanggapan dari Kementerian Keuangan India terkait kemungkinan perubahan target defisit tersebut.
Perkembangan ini menjadi perhatian investor karena India selama beberapa tahun terakhir berupaya menurunkan defisit fiskal secara bertahap guna menjaga stabilitas keuangan negara dan mempertahankan kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi jangka panjangnya.
Baca Juga: India Bebaskan Pajak Obligasi Asing, Investor Luar Negeri Langsung Serbu Pasar













