kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Defisit Anggaran India Membengkak, Harga Energi Picu Beban Baru


Jumat, 12 Juni 2026 / 15:40 WIB
Defisit Anggaran India Membengkak, Harga Energi Picu Beban Baru
ILUSTRASI. Harga Minyak - BBM (REUTERS/Sahiba Chawdhary)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Pemerintah India dikabarkan tengah bersiap menghadapi pelebaran defisit anggaran yang lebih besar dari perkiraan pada tahun fiskal ini. Lonjakan biaya subsidi energi akibat memanasnya konflik di Iran disebut menjadi salah satu faktor yang menekan kondisi fiskal negara tersebut.

Laporan Bloomberg (12/6), mengutip seorang pejabat yang mengetahui pembahasan tersebut, menyebutkan bahwa pemerintah India membuka ruang bagi defisit anggaran untuk melebar hingga 4,8% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dibandingkan target defisit 4,3% yang ditetapkan dalam anggaran pada Februari lalu.

Jika terealisasi, pelebaran defisit tersebut menunjukkan besarnya tekanan yang dihadapi pemerintah India akibat kenaikan harga energi global. Konflik di Iran telah memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak dunia dan berpotensi mendorong harga energi tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: India Batasi Pembelian Solar di SPBU, Maksimal 200 Liter per Hari

Kenaikan harga energi biasanya berdampak langsung pada beban subsidi pemerintah, terutama di negara-negara yang masih memberikan dukungan fiskal untuk menjaga harga bahan bakar dan energi tetap terjangkau bagi masyarakat. Kondisi ini dapat mempersempit ruang fiskal dan memaksa pemerintah menambah belanja di luar rencana awal.

Hingga saat ini, Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Reuters juga telah meminta tanggapan dari Kementerian Keuangan India terkait kemungkinan perubahan target defisit tersebut.

Perkembangan ini menjadi perhatian investor karena India selama beberapa tahun terakhir berupaya menurunkan defisit fiskal secara bertahap guna menjaga stabilitas keuangan negara dan mempertahankan kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi jangka panjangnya.

Baca Juga: India Bebaskan Pajak Obligasi Asing, Investor Luar Negeri Langsung Serbu Pasar


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×