kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   31.000   1,17%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Demi Efisiensi, AI Mulai Digunakan di Pabrik Kelapa Sawit, Tenaga Kerja Jadi Sorotan


Jumat, 04 September 2026 / 22:35 WIB
Demi Efisiensi, AI Mulai Digunakan di Pabrik Kelapa Sawit, Tenaga Kerja Jadi Sorotan
ILUSTRASI. Artificial Intelligence (AI) (Dado Ruvic/REUTERS)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai merambah industri pengolahan kelapa sawit. Teknologi ini diklaim untuk meningkatkan efisiensi produksi, menekan kehilangan minyak hingga mengurangi ketergantungan terhadap proses operasional secara manual.

Penerapan teknologi tersebut salah satunya dilakukan AIREI Sdn Bhd di Malaysia. Perusahaan tersebut mengoperasikan pabrik kelapa sawit berbasis AI kedua di Perak Motor Co, Teluk Intan, Perak, dengan kapasitas pengolahan 60 ton per jam.

Kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan pabrik pertama yang mencapai 45 ton per jam. AIREI sebelumnya mulai menerapkan sistem serupa pada pabrik kelapa sawit sekitar dua tahun lalu.

Founder dan Chief Executive Officer AIREI Sdn Bhd, Surendran Kuranadan mengklaim, sistem AI digunakan untuk mengidentifikasi penyimpangan produksi, menelusuri sumber masalah serta menjaga proses pengolahan tetap berada dalam parameter yang ditentukan.

Baca Juga: Investigasi A320 Air India: Kehilangan Tekanan Hidrolik, 24 Orang Terluka

"Tujuan kami membuktikan bahwa AI bisa bekerja di pabrik kelapa sawit," ujar Surendran dalam keterangannya, Jumat (4/9). 

AIREI mencatat, ketergantungan terhadap operator asing tercatat berkurang 20% pada bulan pertama penerapan. Sistem AI juga digunakan untuk menjaga parameter operasional dan prosedur produksi agar lebih konsisten.

Surendran menilai penerapan pada pabrik berkapasitas lebih besar membuka peluang penggunaan teknologi serupa di negara produsen kelapa sawit lain. Indonesia dan Thailand menjadi pasar di Asia Tenggara yang dinilai potensial untuk penerapan teknologi tersebut.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana dengan nasib pekerja setelah ada teknologi ini?




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×