kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Departemen Luar Negeri AS beri lampu hijau untuk penjualan jet F-16 ke Filipina


Jumat, 25 Juni 2021 / 08:31 WIB
ILUSTRASI. Jet F-16 Angkatan Udara AS selama latihan NATO di Estonia, 12 Juni 2018.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, pada hari Kamis (24/6), melaporkan bahwa Departemen Luar Negeri telah menyetujui potensi penjualan jet tempur F-16, serta rudal Sidewinder dan Harpoon ke Filipina dalam tiga kesepakatan terpisah.

Dilansir dari Reuters, tiga kesepakatan terpisah tersebut bernilai lebih dari US$ 2,5 miliar.

Keputusan ini bisa menjadi kabar yang sangat baik mengingat AS sedang berusaha untuk memperbarui perjanjian dengan Filipina yang mengatur kehadiran pasukan AS di negara Asia Tenggara tersebut.

Secara strategis, kehadiran AS di sana juga sangat penting bagi strategi untuk melawan aktivitas China yang terus berkembang di Asia.

Hubungan kedua negara sempat bermasalah setelah Filipina pada pekan lalu lagi-lagi menangguhkan langkah untuk membatalkan Perjanjian Kunjungan Pasukan (VFA) yang telah berusia dua dekade yang akan berakhir pada Agustus.

Baca Juga: Angkatan Laut AS ambil alih komando pasukan penanggulangan ranjau NATO

Dalam rencana transaksi militer kali ini, Pentagon mengatakan Filipina meminta untuk membeli 10 pesawat F-16C Block 70/72 dan dua pesawat F-16D Block 70/72 buatan Lockheed Martin.

Paket pembelian tersebut sudah termasuk suku cadang dan pelatihan, bernilai hingga US$ 2,43 miliar.

Pentagon juga memberi tahu Kongres pada hari Kamis tentang kemungkinan penjualan dua paket rudal ke Filipina. Salah satunya adalah paket 12 Rudal Harpoon Air Launched Block II, dua rudal pelatihan, suku cadang dan peralatan yang dibuat oleh Boeing senilai US$ 120 juta.

Satu paket lainnya berisi 24 rudal taktis AIM-9X Sidewinder Block II, 24 rudal pelatihan dan suku cadang yang dibuat oleh Raytheon Technologies yang bernilai hingga US$ 42,4 juta.

Kritik Filipina terhadap Amerika Serikat

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang sering mengutuk kebijakan luar negeri AS saat menjajaki hubungan yang lebih dekat dengan China.

Baca Juga: Gandeng perusahaan Israel, Boieng akan lengkapi jet F-15 dengan sistem anti-jamming




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×