Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
ISTANBUL. Meski digagalkan, upaya kudeta oleh sekelompok militer Turki menimbulkan kesan traumatis bagi warga Turki.
Deputi Perdana Menteri Turki Mehmet Simsek kepada CNBC mengatakan, kejadian pada akhir pekan lalu laksana mimpi yang sangat buruk. Namun, dia juga bilang, mimpi buruk itu sudah berakhir dan segala sesuatu di Turki sudah kembali normal.
"Aktivitas kami kembali pulih dengan cepat. Pasar domestik berfungsi cukup efisien," jelas Simsek.
Sejak upaya kudeta yang terjadi pada Jumat (15/7) lalu, pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan langsung melakukan upaya pembersihan di tubuh militer dan pemerintah. Hasilnya, 6.000 orang militer dan hakim ditahan.
"Enam ribu orang dalam sehari ditahan di Turki. Tidak terbayangkan," jelas pensiunan Adm. James Stavridis yang juga mantan komandan NATO. Menurut Stavridis, aksi Erdogan sudah terlalu jauh.
Merespon kecemasan Stavridis dan pihak lainnya, Simsek bilang penahanan tersebut sudah sesuai dengan aksi yang mereka lakukan. "Turki merupakan negara hukum. Mereka harus menghadapi keadilan. Sehingga hukum yang akan menentukan apa yang akan terjadi selanjutnya," imbuh Simsek.
Simsek juga yakin, pelemahan ekonomi Turki hanya akan berlangsung untuk jangka pendek.













