Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Desainer busana pria Hermès, Véronique Nichanian, pada Sabtu (24/1/2026) mempersembahkan koleksi terakhirnya di Paris setelah hampir empat dekade mengemban peran tersebut.
Desainer berusia 71 tahun itu bersiap menyerahkan tongkat estafet kepada desainer muda asal Inggris, Grace Wales Bonner.
Bintang R&B Usher terlihat berbincang dengan Chairman Eksekutif Hermès Axel Dumas menjelang peragaan Paris Fashion Week di Palais Brongniart.
Baca Juga: Trump Ancam Kanada dengan Tarif 100% Jika Lanjutkan Kesepakatan Dagang dengan China
Acara ini menghadirkan deretan tamu papan atas yang lebih meriah dari biasanya bagi rumah mode mewah yang dikenal enggan mengandalkan pemasaran mencolok dan duta selebritas.
Para model tampil mengenakan turtleneck sutra yang dipadukan dengan celana kulit dalam palet warna biru laut, hitam, dan taupe.
Mantel panjang dilengkapi detail tambalan kulit dan lapisan shearling.
Salah satu tampilan yang mencuri perhatian adalah setelan berbahan kulit buaya berwarna khaki mengilap.
Nichanian juga menghadirkan kembali sejumlah arsip desainnya, antara lain setelan kulit biru laut dengan garis pinstripe jahitan tangan dari koleksi 2003 serta jumpsuit kulit anak sapi warna moka dari tahun 1991.
Jaket berwarna oranye dan kuning memberi sentuhan kontras pada koleksi tersebut.
Baca Juga: Singapura Investasi US$ 778,8 Juta untuk Riset AI
Saat Nichanian keluar menutup peragaan, ia mendapat standing ovation dari para tamu, termasuk desainer Paul Smith, rapper Travis Scott, serta aktor James McAvoy dan Chace Crawford.
Hermès pada Oktober lalu menunjuk Grace Wales Bonner sebagai penerus Nichanian.
Wales Bonner menjadi perempuan kulit hitam pertama yang memimpin sebuah rumah mode besar dan dijadwalkan menampilkan koleksi busana pria perdananya untuk Hermès pada Januari mendatang.













