kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.122   90,08   1,12%
  • KOMPAS100 1.144   12,39   1,09%
  • LQ45 829   7,62   0,93%
  • ISSI 288   4,10   1,44%
  • IDX30 431   4,19   0,98%
  • IDXHIDIV20 518   4,93   0,96%
  • IDX80 128   1,44   1,14%
  • IDXV30 141   2,01   1,44%
  • IDXQ30 140   1,32   0,95%

Singapura Investasi US$ 778,8 Juta untuk Riset AI


Sabtu, 24 Januari 2026 / 21:29 WIB
Singapura Investasi US$ 778,8 Juta untuk Riset AI
ILUSTRASI. Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) (Dado Ruvic/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pemerintah Singapura akan menginvestasikan lebih dari S$ 1 miliar atau setara US$ 778,8 juta untuk penelitian kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) publik hingga tahun 2030. Riset AI untuk memperkuat kemampuan dan daya saing global Singapura

Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi Singapura dalam pernyataannya, Sabtu (24/1/2026), menyebut Pemerintah Singapura akan berinvestasi di bidang penelitian prioritas tertentu. Seperti membangun AI yang bertanggung jawab dan efisien sumber daya, dan mengembangkan bakat bangsa dari tingkat pra-universitas hingga fakultas.

"Sebagian dana juga akan dialokasikan untuk membangun kemampuan guna mendukung adopsi dan penerapan AI oleh berbagai industri," sebut pernyataan itu yang dikutip Reuters.

Baca Juga: Bos Raksasa Chip AS, Nvidia, Tengah Berada di Shangai, Lobi China soal Chip?

Inisiatif ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian investasi pemerintah di bidang AI.

Pada tahun 2024, Singapura mengalokasikan S$ 500 juta untuk mengamankan sumber daya komputer berkinerja tinggi guna menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk inovasi AI di sektor swasta dan publik.

Singapura juga mengalokasikan lebih dari S$ 500 juta untuk penelitian dan pengembangan AI melalui AI Singapore, sebuah program nasional yang bertujuan untuk membangun kemampuan AI yang mendalam.

Pada tahun 2023, para peneliti AI Singapore merilis model bahasa besar sumber terbuka yang disebut Southeast Asian Languages ​​in One Network, juga dikenal sebagai Sea-Lion, dengan pendanaan sebesar S$ 70 juta. Model ini telah diadopsi oleh perusahaan-perusahaan, seperti GoTo dari Indonesia.

Versi terbaru dari model ini dirilis pada Oktober 2025 dan dibangun di atas Qwen, sebuah model dasar yang dirilis oleh Alibaba dari Tiongkok, dengan peningkatan yang dilakukan dalam berbagai bahasa seperti Burma, Filipina, Indonesia, Melayu, Tamil, Thailand, dan Vietnam.

Baca Juga: Kebijakan Trump Tangguhkan Dana Infrastruktur Pengisian Daya Mobil Listrik Ilegal

Selanjutnya: Multi Medika (MMIX) Genjot Segmen Bisnis Baby Care, Target Tumbuh 11% di 2026

Menarik Dibaca: 9 Manfaat Rutin Makan Buah Pepaya bagi Kesehatan Tubuh




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×