kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Trump Ancam Kanada dengan Tarif 100% Jika Lanjutkan Kesepakatan Dagang dengan China


Minggu, 25 Januari 2026 / 06:08 WIB
Trump Ancam Kanada dengan Tarif 100% Jika Lanjutkan Kesepakatan Dagang dengan China
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Denis Balibouse)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 100% terhadap Kanada jika negara itu melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.

Trump juga memperingatkan Perdana Menteri Kanada Mark Carney bahwa kesepakatan tersebut dapat membahayakan negaranya.

“China akan melahap Kanada hidup-hidup, benar-benar menghancurkannya, termasuk bisnis-bisnis mereka, tatanan sosial, dan cara hidup mereka,” tulis Trump di Truth Social pada Sabtu (24/1/2026).

“Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, maka seluruh barang dan produk Kanada yang masuk ke Amerika Serikat akan langsung dikenakan tarif 100%,” lanjut Trump.

Baca Juga: Trump Kembali Main Ancam, Kali Ini Kanada Akan Dikenakan Tarif Dagang 100%

Dalam sebuah video pada Sabtu, Carney mengimbau warga Kanada untuk membeli produk dalam negeri, namun tidak secara langsung menyinggung ancaman tarif Trump.

“Dengan ekonomi kami yang terancam dari luar, warga Kanada telah membuat pilihan untuk fokus pada hal-hal yang bisa kami kendalikan,” kata Carney.

“Kami tidak bisa mengendalikan apa yang dilakukan negara lain, tapi kami bisa menjadi pelanggan terbaik bagi diri kami sendiri.”

Carney bulan ini melakukan kunjungan ke China untuk mereset hubungan kedua negara yang sempat memburuk, dan mencapai kesepakatan dagang dengan mitra dagang terbesar kedua Kanada setelah AS.

Menariknya, sesaat setelah kunjungan tersebut, Trump sempat menyampaikan sikap yang lebih lunak.

“Itu hal yang baik baginya untuk menandatangani kesepakatan dagang,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada 16 Januari.

“Kalau bisa dapat kesepakatan dengan China, ya lakukan.”

Baca Juga: Kebijakan Trump Tangguhkan Dana Infrastruktur Pengisian Daya Mobil Listrik Ilegal

Namun, Menteri yang bertanggung jawab atas perdagangan Kanada-AS, Dominic LeBlanc, menegaskan tidak ada perjanjian perdagangan bebas dengan China.

“Yang dicapai adalah penyelesaian atas beberapa isu tarif penting,” tulisnya di platform X.

Kedutaan Besar China di Kanada menyatakan Beijing siap bekerja sama dengan Ottawa untuk mengimplementasikan kesepakatan penting yang telah dicapai para pemimpin kedua negara.

Ketegangan AS–Kanada meningkat dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah Carney mengkritik upaya Trump terkait Greenland.

Baca Juga: Bos Raksasa Chip AS, Nvidia, Tengah Berada di Shangai, Lobi China soal Chip?

Tekanan Tambahan bagi Industri Kanada

Trump juga menuding China akan memanfaatkan Kanada untuk menghindari tarif AS.

“Jika Gubernur Carney berpikir bisa menjadikan Kanada sebagai ‘pelabuhan transit’ bagi China untuk mengirim barang ke AS, dia sangat keliru,” kata Trump, menggunakan istilah yang sebelumnya ia pakai saat menyebut Kanada sebagai calon negara bagian ke-51 AS.

Dalam unggahan lainnya, Trump menyatakan, “Hal terakhir yang dibutuhkan dunia adalah China mengambil alih Kanada. Itu tidak akan terjadi.”

Jika ancaman tarif ini direalisasikan, bea masuk AS terhadap Kanada akan melonjak tajam dan menambah tekanan pada sektor industri Kanada seperti logam, otomotif, dan mesin.

Baca Juga: Timur Tengah Bergejolak: Ancaman Perang Habis-habisan Iran ke AS

Hubungan Trump dan Carney sebelumnya relatif stabil, namun memburuk setelah Carney secara terbuka mengkritik ambisi Trump terkait Greenland.

Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Carney menyebut tatanan global berbasis aturan telah berakhir dan menegaskan bahwa negara-negara kekuatan menengah harus bersatu.

“Jika Anda tidak duduk di meja perundingan, maka Anda akan masuk dalam menu,” ujar Carney, yang disambut tepuk tangan meriah para pemimpin dunia dan pelaku industri.

Trump membalas dalam pidatonya sendiri di Davos dengan menyatakan Kanada “hidup karena Amerika Serikat”, pernyataan yang langsung dibantah Carney.

“Kanada dan Amerika Serikat telah membangun kemitraan luar biasa dalam ekonomi, keamanan, dan pertukaran budaya,” kata Carney di Quebec.

“Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kami adalah orang Kanada.”

Trump kemudian semakin menekan Kanada, termasuk mencabut undangan Kanada dalam Dewan Perdamaian yang ingin ia bentuk untuk menangani konflik internasional dan masa depan Gaza.

Baca Juga: Perak Tembus US$ 100: Pertama Kali Sepanjang Sejarah! Ini Penyebabnya

Meski sebelumnya hubungan keduanya sempat hangat setelah kemenangan pemilu Carney, Trump bulan ini menyebut perjanjian dagang besar AS–Kanada–Meksiko yang akan dinegosiasi ulang pada Juli sebagai “tidak relevan”.

Sejak kembali menjabat, Trump kerap melontarkan ancaman tarif, meski beberapa di antaranya kemudian ditunda atau dibatalkan dalam proses negosiasi.

Pekan ini, Trump juga mundur dari ancaman tarif terhadap sekutu Eropa setelah janji peningkatan keamanan di kawasan Arktik.

“Kami berharap kedua pemerintah dapat segera mencapai pemahaman yang lebih baik demi mengurangi kekhawatiran dunia usaha yang terdampak ketidakpastian tinggi,” kata Matthew Holmes dari Kamar Dagang Kanada.

Selanjutnya: Udara Kabur di Pontianak Hari Ini, Cek Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Hari Minggu 25 Januari 2025, Atur Kerja Sama




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×