kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Di 2030, Jepang berencana larang penjualan mobil baru bermesin bensin


Kamis, 03 Desember 2020 / 16:23 WIB
Di 2030, Jepang berencana larang penjualan mobil baru bermesin bensin
ILUSTRASI. Bendera Jepang yang berkibar di salah satu distrik bisnis yang ada di Tokyo.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk melarang penjualan mobil baru bermesin bensin pada pertengahan 2030-an, demi kendaraan hibrida atau listrik.

Langkah tersebut akan mengikuti janji Perdana Menteri Yoshihide Suga pada Oktober lalu yang memangkas emisi karbon Jepang menjadi nol secara bersih pada 2050 mendatang.

Sekaligus, menjadikan Jepang sebagai negara G7 kedua yang menetapkan tenggat waktu untuk menghapus secara bertahap kendaraan berbahan bakar bensin.

Reuters melaporkan mengutip NHK, Kementerian Perindustrian Jepang akan memetakan sebuah rencana pada akhir tahun, Kepala Juru Bicara Pemerintah Jepang Katsunobu Kato mengatakan pada konferensi pers Kamis (3/12).

Baca Juga: Rusia tempatkan rudal S-300V4 di Kuril, Jepang ajukan protes

Kementerian Perindustrian Jepang sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan semua kendaraan baru menjadi mobil listrik termasuk kendaraan hibrida, NHK menyebutkan dalam laporan sebelumnya.

Selain itu, Kementerian Perindustrian Jepang akan menyelesaikan target formal setelah debat panel ahli pada akhir tahun ini.

Di Jepang, pangsa kendaraan listrik akan meningkat menjadi 55% pada 2030, menurut Boston Consulting Group dalam sebuah laporan tentang prospek mobil bertenaga baterai.

Secara global, "kecepatan perluasan pangsa kendaraan listrik akan meningkat karena fakta harga baterai turun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya", kata Boston Consulting dalam laporannya seperti dilansir Reuters.

Inggris Raya akan melarang penjualan mobil dan van bertenaga bensin serta diesel baru mulai 2030, mempercepat lima tahun dari target sebelumnya, yang oleh Perdana Menteri Boris Johnson disebut sebagai "revolusi hijau".

Selanjutnya: Kontroversi iklan Nike di Jepang, netizen ajak boikot




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×