kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Di mana Abe? Saat Jepang berjuang memerangi virus corona


Selasa, 25 Februari 2020 / 19:37 WIB
Di mana Abe? Saat Jepang berjuang memerangi virus corona
ILUSTRASI. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berbicara kepada media setelah pembicaraan telepon dengan Presiden AS Donald Trump, setelah KTT Kedua Korea Utara-AS, di kediaman Abe di Tokyo, Jepang, 28 Februari 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

"Dengan kata lain, jika dia lebih sering muncul, hanya citra yang buruk yang ada. Jadi, untuk menghindari itu, dia muncul di depan umum sesedikit mungkin," tulis pemilik akun @yumidesu.

Jepang telah menuai kritik keras karena penanganan wabah virus corona di kapal pesiar yang terdaftar di Inggris, Diamond Princess, yang menyebabkan 691 penumpang terinfeksi dan menewaskan empat lainnya, sejak berlabuh di dekat Tokyo pada 3 Februari

Kritik semakin meningkat ketika kasus virus corona di Jepang membengkak menjadi 159, termasuk satu kematian. Dan, pemerintah meluncurkan langkah-langkah pada Selasa (25/2) untuk memperlambat laju infeksi dan kematian.

Baca Juga: Waduh, kasus virus corona di Korea Selatan nyaris tembus 1.000 kasus

"Kami berada pada tahap yang sangat kritis untuk mengakhiri penyebaran virus," kata Abe yang membaca dengan cepat sebuah dokumen dalam  pertemuan yang membahas langkah-langkah tersebut, sebelum meninggalkan Menteri Kesehatan Katsunobu Kato untuk menjelaskannya kepada wartawan.

Langkah-langkah Pemerintah Jepang termasuk tindakan pencegahan, seperti bekerja dari rumah dan meminta penyelenggara acara untuk mempertimbangkan rencana dengan cermat. Beberapa negara lain mengambil langkah lebih keras.

"Saya pikir dia (Abe) dalam penyangkalan," kata Koiichi Nakano, profesor ilmu politik di Universitas Sophia, kepada Reuters. "Mereka berusaha mempercayai skenario yang paling optimistis, bahkan jika mereka tidak benar-benar melakukannya".


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×