Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi
Bank juga merilis outlook ekonomi yang akan tumbuh 3,5% selama 2021 dan 2022. Sedangkan tingkat pengangguran akan turun menjadi sekitar 6% pada akhir tahun ini dan 5,5% pada akhir 2022. Di bawah optimis proyeksi ekonomi, tingkat pengangguran akan turun menjadi 4,75% pada akhir tahun depan.
Bank sentral akhir tahun lalu memangkas suku bunga dan target imbal hasil tiga tahun menjadi 0,10% dan memulai program pelonggaran kuantitatif untuk menurunkan biaya pinjaman di seluruh perekonomian.
Baca Juga: China lanjutkan pengembangan pesawat amfibi besar AG600, masuk fase manufaktur
Itu terjadi setelah pemerintah mengumumkan pemotongan pajak, insentif bagi perusahaan untuk berinvestasi dan mempekerjakan dan proyek infrastruktur guna memulihkan ekonomi.
Namun ada risiko karena subsidi gaji pemerintah yang tersisa akan berakhir pada bulan Maret. Hal ini berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja dan kebangkrutan. Bank sentral telah memberi tanda bagaimana bisnis rumah tangga menyesuaikan atas pengurangan stimulus di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Kami memperkirakan pertumbuhan jumlah pekerjaan yang kuat akan berlanjut pada 2021 walau kami melihat risiko atas penghentian subsidi upaya kerja pada Maret ini. Kemudian jumlah pengangguran secara keseluruhan akan tetap jauh di atas tingkat konsisten dengan pekerjaan penuh dan pertumbuhan upah yang lebih cepat," kata kepala ekonom Goldman Sachs Group Inc Andrew Boak.












![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)