Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - CANBERRA. Jumlah pengangguran di Australia menurun pada Januari karena kebijakan stimulus bank sentral di putaran kedua. Hal ini juga didukung anggaran yang keluarkan pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi sehingga mendorong perekrutan karyawan baru.
Berdasarkan data biro statistik, tingkat pengangguran di Australia turun menjadi 6,4% dari 6,6% pada Desember, dibandingkan perkiraan ekonom 6,5%. Sementara jumlah tenaga kerja naik 29.100 pada Januari 2021.
Kenaikan itu didorong oleh pemulihan ekonomi di negara bagian Victoria setelah karantina wilayah tahap kedua. Dari sisi partisipasi mencapai 66,1%, sedikit di bawah perkiraan 66,2%.
Baca Juga: AS: Untuk pastikan NATO punya pasukan hadapi Rusia, anggaran militer sangat penting
“Australia telah memperoleh kembali semua pekerjaan yang hampir hilang pada April atau Mei 2020 di tengah dampak resesi dan karantina nasional. Sementara tingkat pengangguran tetap lebih tinggi, tapi menuju ke arah yang tepat," kata Kepala Ekonomi Australia dan Strategi Penepatan Tetap di Royal Bank of Canada Sun Lin Ong, dilansir dari Bloomberg, Rabu (18/2).
Australia sedang mengalami masa pemulihan berbentuk V karena mampu menahan dampak Covid-19 seiring optimistis sehingga mendukung konsumsi rumah tangga. Kondisi ini mendorong perusahaan membuka lowongan kerja baru.
Awal bulan ini Bank Sentral Australia mengumumkan akan memperpanjang program pelonggaran kuantitatif sebesar A$ 100 miliar atau setara US$ 77,6 miliar. Mereka tidak berniat untuk menaikkan suku bunga sampai 2024 sehingga berpotensi merusak pasar ekspor dan lapangan kerja.
Di sisi lain, jam kerja bulanan juga menurun 4,9%. Dengan kondisi ini, kata Kepala Statistik Tenaga Kerja di ABS Bjorn Jarvis, lebih banyak orang Australia mengambil cuti dalam dua minggu pertama pada Januari 2021.
Baca Juga: AS: Anggaran pertahanan sangat penting untuk pastikan NATO punya pasukan hadapi Rusia
Sementara jenis pekerjaan paruh waktu melonjak 59.000 dan paruh waktu turun 29.800. Selain itu, jumlah pengangguran turun di semua negara bagian kecuali Australia Selatan. Victoria mencatat lonjakan 1,3% dalam pekerjaan bulanan
“Setengah pengangguran terus menurun, tetapi tingkat kelonggaran yang signifikan tetap ada di pasar tenaga kerja. Pembatasan wilayah telah membatasi pasokan tenaga kerja ke luar negeri, dapat mempercepat laju di mana kelonggaran pasar tenaga kerja diserap kembali selama tahun 2021," kata ekonom Bloomberg, James McIntyre.
Bank juga merilis outlook ekonomi yang akan tumbuh 3,5% selama 2021 dan 2022. Sedangkan tingkat pengangguran akan turun menjadi sekitar 6% pada akhir tahun ini dan 5,5% pada akhir 2022. Di bawah optimis proyeksi ekonomi, tingkat pengangguran akan turun menjadi 4,75% pada akhir tahun depan.
Bank sentral akhir tahun lalu memangkas suku bunga dan target imbal hasil tiga tahun menjadi 0,10% dan memulai program pelonggaran kuantitatif untuk menurunkan biaya pinjaman di seluruh perekonomian.
Baca Juga: China lanjutkan pengembangan pesawat amfibi besar AG600, masuk fase manufaktur
Itu terjadi setelah pemerintah mengumumkan pemotongan pajak, insentif bagi perusahaan untuk berinvestasi dan mempekerjakan dan proyek infrastruktur guna memulihkan ekonomi.
Namun ada risiko karena subsidi gaji pemerintah yang tersisa akan berakhir pada bulan Maret. Hal ini berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja dan kebangkrutan. Bank sentral telah memberi tanda bagaimana bisnis rumah tangga menyesuaikan atas pengurangan stimulus di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Kami memperkirakan pertumbuhan jumlah pekerjaan yang kuat akan berlanjut pada 2021 walau kami melihat risiko atas penghentian subsidi upaya kerja pada Maret ini. Kemudian jumlah pengangguran secara keseluruhan akan tetap jauh di atas tingkat konsisten dengan pekerjaan penuh dan pertumbuhan upah yang lebih cepat," kata kepala ekonom Goldman Sachs Group Inc Andrew Boak.












![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)