kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45741,65   -0,73   -0.10%
  • EMAS1.016.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.24%
  • RD.CAMPURAN -0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Diduga jadi penyebab ledakan di Lebanon, apa itu amonium nitrat dan bahayanya?


Rabu, 05 Agustus 2020 / 10:19 WIB
Diduga jadi penyebab ledakan di Lebanon, apa itu amonium nitrat dan bahayanya?
ILUSTRASI. Ledakan di Beirut Lebanon

Reporter: Virdita Rizki Ratriani | Editor: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Sebuah ledakan dahsyat di gudang-gudang pelabuhan dekat Beirut tengah menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai 2.750 orang lainnya. 

Ledakan ini mengirimkan gelombang kejut yang menghancurkan jendela, menghancurkan gedung, dan mengguncang tanah di ibukota Lebanon.

Penyebab ledakan diduga berasal dari 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan dalam gudang pelabuhan di Beirut. Amonium nitrat tersebut dikabarkan telah ditimbun selama 6 tahun di sebuah gudang.

Lantas, apa itu amonium nitrat?

Baca Juga: 6 Fakta tentang Lebanon, yang ibukotanya dijuluki Paris di Timur Tengah

Bahan mudah terbakar

Dikutip dari laman resmi Sentra Informasi Keracunan Nasional, amonium nitrat adalah zat kimia yang masuk golongan garam anorganik. Amonium nitrat bersifat mudah mencair. 

Amonium nitrat digunakan sebagai pupuk, peledak, piroteknik, herbisidum, insektisidum, campuran pembeku, zat pengoksidasi, dan zat pengkatalisis. 

Juga digunakan sebagai ekspektoran dan urinary acidifier, industri nitrous oxide, dalam campuran pembekuan, korek api, kembang api dan pupuk. 

Amonium nitrat bersifat memiliki reaktivitas stabil tetapi memang bisa terurai jika dipanaskan sehingga harus menghindari panas berlebihan, bahan mudah terbakar, bahan organik, agen reduktor, asam kuat, dan logam bubuk. 

Amonium nitrat juga tidak bisa dicampur dengan  bahan pereduksi, bahan yang mudah menyala, bahan organik, logam dan bahan alkali, asam asetat, aluminium, amonium klorida, bismut antimon, kadmium, karbon, klorida, kobalt kromium,tembaga, timah, magnesium, tembaga sulfat (anhidrat), kalium klorat dan air, logam bubuk, nikel, bahan organik, fosfor, kalium dan amonium sulfat, natrium, natrium hipoklorit, natrium perklorat, campuran natrium-kalium dan amonium sulfat, sulfur, dan seng.

Baca Juga: Inilah sejumlah spekulasi dan kecemasan pasca ledakan masif di Beirut



TERBARU

[X]
×