kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,82   1,25   0.16%
  • EMAS1.008.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.17%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Diet Jepang 1975, rahasia panjang umur wanita Jepang


Kamis, 24 September 2020 / 07:17 WIB
Diet Jepang 1975, rahasia panjang umur wanita Jepang
ILUSTRASI. Untuk menjadi panjang umur, wanita Jepang memiliki rahasia yang berasal dari kebiasaan makan yang sangat diperhatikan, tidak sembarangan, dan merupakan makanan-makanan yang sehat. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bukan rahasia lagi, Jepang adalah salah satu negara yang memiliki harapan hidup terpanjang dibandingkan negara lainnya. Sebagai bukti, banyak kaum hawa Jepang yang memiliki umur panjang.

Menurut data baru dari pemerintah menunjukkan bahwa orang berusia 100 tahun sangat tinggi di sana, hampir 1 dari 1.500 orang sekarang berusia 100 tahun atau lebih. Kemudian, berdasarkan data yang ada, menunjukkan bahwa wanita di Jepang jauh lebih mungkin hidup selama 1 abad lebih lama dibandingkan pria.

Untuk menjadi panjang umur, wanita Jepang memiliki rahasia yang berasal dari kebiasaan makan yang sangat diperhatikan, tidak sembarangan, dan merupakan makanan-makanan yang sehat.

Sebuah peniliti menyakini kebiasaan makan sehat yang membuat wanita Jepang panjang umur hingga saat ini muncul di era 1975, yang disebut juga dengan "menu diet 1975", seperti yang dilansir dari Nippon pada Juni 2019. Menu diet 1975 memiliki variasi hidangan kecil yang jumlahnya setidaknya 3, selain nasi dan sup.

Baca Juga: Diet tanpa nasi, manfaat dan risiko yang perlu Anda tahu

Cara memasaknya pun biasa bervariasi seputar direbus, dikukus, dan mentah, bisa juga dipanggang. Memasak dengan menggoreng dan menumis agak kurang umum pada era tersebut. Sebab, memasak dengan api besar, seperti saat menggoreng dengan minyak dapat membuat nutrisi rusak.

Misalnya, ikan makarel yang kaya akan kandungan sehat omega-3, EPA dan DHA, jika digoreng hanya akan menyisakan sepersepuluh EPA dan DHA. Para wanita Jepang era 1975 biasa makan dengan bahan-bahan kedelai, makanan laut, umbi-umbian, sayuran hijau dan kuning, buah, rumput laut, jamur, dan teh hijau. Telur, produk susu, dan daging juga dikonsumsi, tetapi dalam jumlah sedang.

Baca Juga: Bantu diet, berikut daftar buah-buahan penurun berat badan

Kemudian, biasanya para wanita Jepang meracik bahan makanan sehat itu dengan bumbu-bumbu fermentasi yang beragam, meliputi kecap, miso, cuka, mirin, hingga sake, yang dipadukan dengan kaldu dashi yang membantu memberikan rasa sedap pada makanan tanpa terlalu banyak menggunakan garam dan gula.



TERBARU

[X]
×