Digempur Varian Delta, kinerja saham global hampir menyentuh rekor tertinggi

Selasa, 06 Juli 2021 | 17:24 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Digempur Varian Delta, kinerja saham global hampir menyentuh rekor tertinggi

ILUSTRASI. Ilustrasi Wall Street (Photo by Budrul Chukrut/SOPA Images)

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Muncul kekhawatiran atas penyebaran varian delta Covid-19 di kalangan pasar keuangan global. Hal ini mendorong kinerja pasar saham dunia mendekati rekor tertinggi.

Untungnya, kekhawatiran itu diimbangi sentimen positif dari melonjaknya kegiatan bisnis di wilayah Eropa. Bahkan, pasar saham Amerika Serikat (AS) juga menyambut positif penambahan lapangan kerja di negara tersebut. 

Berdasarkan indeks STOXX 600 mencatatkan perbaikan kinerja karena kegiatan bisnis di Eropa mulai bergerak pada tingkat paling cepat dalam 15 tahun terakhir pada Juni lalu. Salah satunya, berkat kenaikan bisnis jasa di Inggris.

Sementara indeks saham Prancis (FCHI) justru merosot 0,4% karena Menteri Kesehatan Olivier Veran memperingatkan akan potensi gelombang keempat Covid-19 karena varian Delta yang sangat menular.

Kekhawatiran Covid-19 juga membebani saham Jepang, seperti saham Nikkei (N225) turun 0,6%, ke level terendah dalam dua minggu menyusul lonjakan infeksi corona di Tokyo. Alhasil, indeks Jepang (MSCI) stagnan pada saham - saham dari Asia Pasifik stagnan.  

Baca Juga: Wall Street masih libur, Bursa Asia tampil perkasa pada pagi ini (6/7)

Sebaliknya, Indeks saham blue chip China (CSI300) mampu membalikkan keadaan dan ditutup pada level 0,1% karena pemerintah melanjutkan dukungan terhadap sektor teknologi untuk mengatasi kekhawatiran atas tindakan keras dan pengawasan di China. 

Indeks MSCI All Country World (MIWD00000PUS) ditutup pada level 724,66 pada minggu lalu, dan 0,1% lebih tinggi pada hari Senin. Perdagangan lebih tipis dari biasanya dengan pasar AS ditutup untuk akhir pekan 4 Juli yang diperpanjang.

"Pasar secara umum masih berusaha untuk menemukan pijakan mereka. Ekuitas terus mengabaikan apa pun yang mungkin dianggap sangat negatif," kata James Athey, direktur investasi, Aberdeen Standard Investments, dikutip dari Reuters, Selasa (6/7). 

Sementara itu, indeks S&P 500 mencatatkan penurunan 0,1% pada pembukaan Selasa, setelah indeks ditutup 0,8% lebih tinggi pada rekor hari Jumat. 

Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 0,4% dan Nasdaq Composite (IXIC) bertambah 0,8% juga mencapai rekor.

Diketahui, jumlah lapangan pekerjaan di AS meningkat lebih besar dari perkiraan 850.000 pekerjaan pada bulan lalu. Namun peningkatan ini berbarengan dengan kenaikan jumlah pengangguran secara tak terduga menjadi 5,9% dari 5,8%.

Sementara pendapatan rata-rata per jam diawasi ketat, ukuran inflasi upah, naik 0,3% pada bulan lalu. Nilai itu lebih rendah dari perkiraan untuk kenaikan 0,4%. 

"Secara keseluruhan tingkat penggajian masih 6,8 juta di bawah level pra pandemi pada Februari 2020 dan masih di bawah tingkat kemajuan substansial yang dibutuhkan oleh The Fed. Dengan demikian tidak ada dalam laporan ini yang membuat The Fed menjadi hawkish," terang Tapas Strickland, seorang analis di Bank Nasional Australia.

Selanjutnya: PPKM darurat tak sesuai ekspektasi, IHSG diprediksi turun pada Selasa (6/7)

 

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru