kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Diplomat top China: Beijing tak berniat menggantikan posisi Washington di dunia


Rabu, 03 Februari 2021 / 13:30 WIB
Diplomat top China: Beijing tak berniat menggantikan posisi Washington di dunia
ILUSTRASI. Diplomat top China pada Selasa (2/2/2021) meminta Beijing dan Washington untuk mengembalikan hubungan ke jalur yang konstruktif. KONTAN/Fransiskus Simbolon/16/05/2019


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Diplomat top China pada Selasa (2/2/2021) meminta Beijing dan Washington untuk mengembalikan hubungan ke jalur yang dapat diprediksi dan konstruktif. Dia mengatakan, Amerika Serikat harus berhenti mencampuri urusan dalam negeri China, seperti Hong Kong dan Tibet.

Yang Jiechi, Direktur Komisi Urusan Luar Negeri Pusat Partai Komunis China, merupakan pemimpin China dengan pangkat tertinggi yang berbicara tentang hubungan China-AS sejak Presiden AS Joe Biden menjabat.

Melansir Reuters, di bawah pemerintahan Trump, hubungan AS dengan China jatuh ke titik terendah sejak pembentukan hubungan diplomatik pada 1979, ketika kedua belah pihak berselisih mengenai masalah mulai dari perdagangan dan teknologi hingga Hong Kong, Taiwan dan Xinjiang, dan Laut China Selatan.

Sambil meyakinkan Amerika Serikat bahwa China tidak berniat untuk menantang atau menggantikan posisi AS di dunia, Yang menekankan bahwa tidak ada kekuatan yang dapat menahan perkembangan China.

Baca Juga: Parlemen China perbolehkan coast guard bawa senjata, ini tanggapan Bakamla

"Amerika Serikat harus berhenti mencampuri masalah di Hong Kong, Tibet, Xinjiang dan masalah lain tentang integritas dan kedaulatan wilayah China," kata Yang, yang mendefinisikan hal ini sebagai masalah yang menyangkut kepentingan inti dan martabat nasional China.

Berbicara di forum online yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Hubungan AS-China pada hari Selasa di Beijing, Yang mengatakan China tidak pernah mencampuri urusan internal AS, termasuk pemilihan umumnya.

Baca Juga: Pemerintahan Biden indikasikan tidak buru-buru untuk menjalin hubungan dengan China




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×