kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Diversifikasi bisnis lewat sederet akuisisi (3)


Kamis, 25 Agustus 2016 / 14:33 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Tri Adi

Steven pun terus melanjutkan bisnis di tengah desakan. Bapak tiga anak ini pun memutuskan menjual sebagian lini bisnis Easco ke perusahaan modal ventura Citicorp Venture Capital yang kini bernama Court Square Capital Partners.  Steven menjual Easco dengan harga US$ 90 juta alias merugi.

Tiga tahun kemudian Steven mendapat tawaran untuk mengakuisisi saham Interco Inc pada tahun 1988.  Awalnya, Steven mendapat tawaran mencaplok Interco dengan harga US$ 64 per saham atau US$ 2,1 miliar. Interco merupakan produsen furnitur dengan merek Ethan Allen dan produsen sepatu bermerek Converse.

Tak ingin mengulang kesalahan sama, Steven membalas tawaran pemilik Interco Inc melalui penawaran merger dengan harga US$ 2,3 miliar. Konsolidasi ini meliputi Etchan Allen, Converse, jas hujan merek London Fog, dan puluhan peralatan rumah tangga dan merek pakaian lainnya.

Alasan Steven tertarik berbisnis dengan Interco Inc karena ia berniat mendirikan perusahaan ritel melalui penjualan pakaian dan sepatu yang sedang eksis pada masa itu. Harapannya, merek-merek pakaian dan sepatu di bawah Interco dapat menyumbang pendapatan di atas US$ 3,3 miliar per tahun.

Akhirnya, Steven mengakuisisi Interco Inc dengan harga US$ 2,6 miliar. Berdasarkan rencana, perusahaan menjual seluruh bisnis pakaian perusahaan untuk memperoleh uang. Nah, uang ini untuk hadiah bagi para pemegang saham melalui saham pembelian kembali atau pembayaran dividen.

Terakhir, Steven mendirikan perusahaan manufaktur untuk industri alat berat bernama Colfax Company di tahun 1995. Agar lebih besar, Steven mengakuisisi IMO Industries dan Allweiler AG. Melalui akuisisi, Danaher pun berkembang pesat menjadi konglomerasi.                  

(Bersambung)




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×