kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.948   47,00   0,28%
  • IDX 8.303   -6,77   -0,08%
  • KOMPAS100 1.169   -0,16   -0,01%
  • LQ45 838   -0,41   -0,05%
  • ISSI 297   0,58   0,20%
  • IDX30 438   0,14   0,03%
  • IDXHIDIV20 522   -3,18   -0,61%
  • IDX80 130   0,02   0,02%
  • IDXV30 144   0,21   0,14%
  • IDXQ30 140   -0,78   -0,55%

Dokumen Epstein Guncang Dunia: Siapa Saja Nama yang Terseret?


Kamis, 19 Februari 2026 / 08:44 WIB
Dokumen Epstein Guncang Dunia: Siapa Saja Nama yang Terseret?
ILUSTRASI. Jeffrey Epstein: Filthy Rich (Dok./Netflix)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen internal terkait kasus Jeffrey Epstein, yang mengungkap luasnya jaringan sosial dan bisnis mendiang taipan tersebut dengan tokoh-tokoh berpengaruh di bidang politik, keuangan, akademik, hingga bisnis.

Epstein, yang sebelumnya mengaku bersalah pada 2008 atas tuduhan prostitusi termasuk melibatkan anak di bawah umur, kembali ditangkap pada 2019 atas dakwaan perdagangan seks anak. Ia meninggal dunia di sel tahanan Manhattan pada tahun yang sama, dengan kematian yang dinyatakan sebagai bunuh diri.

Reuters melaporkan, Departemen Kehakiman AS menyatakan sebagian materi yang dirilis bisa saja memuat tuduhan tidak benar, gambar palsu, atau konten pornografi. Ribuan dokumen juga telah ditarik karena secara tidak sengaja mengungkap identitas korban.

Pejabat nomor dua Departemen Kehakiman, Todd Blanche, menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak otomatis menjadi bukti aktivitas kriminal bagi semua nama yang tercantum di dalamnya.

Berikut sejumlah tokoh yang disebut dalam dokumen tersebut:

Baca Juga: Pasar Tenaga Kerja Australia Bertambah 17.800 pada Januari, Pengangguran Tetap 4,1%

Donald Trump

Trump diketahui pernah bersosialisasi dengan Epstein pada 1990-an hingga awal 2000-an. Dokumen yang dirilis memuat foto serta komunikasi yang mengindikasikan kedekatan sosial di masa lalu. Trump membantah mengetahui kejahatan Epstein dan menyatakan telah memutus hubungan sebelum kasus pidana Epstein mencuat.

Bill Clinton

Mantan presiden dari Partai Demokrat ini tercatat beberapa kali terbang menggunakan pesawat Epstein pada awal 2000-an setelah lengser dari jabatan. Clinton mengakui pernah berhubungan sosial dengan Epstein, namun membantah melakukan pelanggaran hukum.

Prince Andrew

Adik Raja Inggris tersebut kehilangan gelar kerajaan dan menyelesaikan gugatan perdata dari salah satu korban Epstein pada 2022 tanpa mengakui kesalahan. Dokumen juga menampilkan sejumlah foto kebersamaan mereka. Pangeran Andrew membantah mengetahui aktivitas kriminal Epstein.

Elon Musk

CEO Tesla itu disebut pernah berkomunikasi dengan Epstein terkait undangan ke pulau pribadinya. Musk menyatakan interaksinya sangat terbatas dan menolak undangan untuk berkunjung.

Baca Juga: Meta Hidupkan Lagi Proyek Smartwatch, Target Meluncur 2026

Bill Gates

Pendiri Microsoft beberapa kali bertemu Epstein setelah masa hukuman penjara pertama Epstein, dengan fokus pada diskusi filantropi. Gates menyebut pertemuan tersebut sebagai kesalahan dan menegaskan tidak terlibat aktivitas ilegal.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×