Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Induk Instagram, Meta Platforms, dilaporkan kembali menggarap proyek jam tangan pintar (smartwatch) dan menargetkan peluncuran perdananya pada 2026.
Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh The Information, mengutip dua sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Menurut laporan itu, Meta menghidupkan kembali proyek smartwatch bernama “Malibu 2”.
Perangkat ini disebut akan dibekali fitur pelacakan kesehatan serta asisten berbasis kecerdasan buatan (Meta AI) yang terintegrasi langsung di dalam perangkat.
Baca Juga: MoU RI-Freeport: Izin Tambang Diperpanjang Melampaui 2041
Sempat Dihentikan pada 2022
Sekitar lima tahun lalu, Meta sempat mengeksplorasi pengembangan smartwatch, termasuk konsep versi dengan tiga kamera.
Namun proyek tersebut dihentikan pada 2022 sebagai bagian dari pengetatan belanja di divisi Reality Labs, unit yang fokus pada pengembangan teknologi realitas virtual (VR) dan augmented reality (AR).
Meta menolak memberikan komentar atas laporan tersebut.
Kebangkitan Wearable Berbasis AI
Kembalinya proyek smartwatch ini mencerminkan bangkitnya pasar perangkat wearable yang didorong oleh tren kecerdasan buatan, terutama untuk kebutuhan kesehatan dan kebugaran.
Saat ini, kacamata pintar berbasis AI menjadi segmen yang paling menonjol. Teknologi Meta digunakan pada kacamata yang diproduksi oleh induk Ray-Ban, EssilorLuxottica.
Baca Juga: Pemimpin Korut Kim Jong Un Siapkan Target Militer Baru di Kongres Partai ke-9
Pengapalan perangkat tersebut dilaporkan mencapai hampir 6 juta unit tahun lalu, berdasarkan data Smart Analytics Global.
Meta juga dilaporkan tengah mengembangkan sekitar empat perangkat kacamata augmented reality (AR) dan mixed reality (MR).
Namun perusahaan disebut sedang meninjau ulang jadwal peluncuran agar tidak membingungkan konsumen dengan terlalu banyak produk dalam waktu berdekatan.
Pada Desember lalu, karyawan Reality Labs diberi tahu bahwa proyek kacamata MR dengan kode nama “Phoenix” ditunda hingga 2027.
Sebelumnya, Meta juga mengumumkan penundaan ekspansi internasional untuk kacamata Ray-Ban Display karena pasokan terbatas dan tingginya permintaan di pasar Amerika Serikat.
Langkah ini menandai strategi Meta untuk tetap agresif di perangkat keras berbasis AI, di tengah persaingan ketat industri teknologi global.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)