Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Undang-undang yang mengatur pencetakan uang kertas Federal Reserve memberikan keleluasaan luas kepada Departemen Keuangan untuk mengubah desain guna mencegah pemalsuan. Namun, hukum tersebut mewajibkan sejumlah elemen tetap dipertahankan, termasuk kata-kata “In God We Trust”, dan hanya memperbolehkan potret individu yang sudah meninggal.
Pejabat Departemen Keuangan mengatakan desain keseluruhan uang kertas tidak akan berubah, kecuali tanda tangan Trump akan menggantikan tanda tangan bendahara. Contoh gambar (mock-up) uang pecahan US$ 100 dengan tanda tangan Trump belum tersedia.
Malerba, mantan bendahara, menolak berkomentar mengenai langkah pemerintahan Trump tersebut.
Tonton: Penjualan dan Laba Amman Mineral (AMMN) Melemah pada 2025, Cek Pemicunya
Pendahulunya, Jovita Carranza, yang menjabat sebagai bendahara pada masa jabatan pertama Trump, menyebut perubahan itu sebagai “simbol kuat ketangguhan Amerika, kekuatan abadi dari kebebasan berusaha, dan janji akan kejayaan yang berkelanjutan.”
Bendahara saat ini, Brandon Beach, yang namanya belum muncul pada mata uang, juga mengeluarkan pernyataan dukungan, dengan menyebut Trump sebagai arsitek “kebangkitan ekonomi era keemasan.”
Vanity Fair adalah media pertama yang melaporkan berita ini.












