kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 17.998   13,00   0,07%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Dolar AS Sentuh Level Tertinggi Sepekan Rabu (8/7), Setelah AS Kembali Serang Iran


Rabu, 08 Juli 2026 / 08:01 WIB
Dolar AS Sentuh Level Tertinggi Sepekan Rabu (8/7), Setelah AS Kembali Serang Iran
ILUSTRASI. Dolar AS (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di level tertinggi dalam sepekan terhadap sebagian besar mata uang utama pada awal perdagangan Asia, Rabu (8/7/2026).

Penguatan mata uang Negeri Paman Sam didorong meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) setelah AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran, sehingga memicu kembali ketegangan geopolitik dan mendorong kenaikan harga minyak.

Baca Juga: Jelang Inggris vs Norwegia, 5 Pemain Three Lions Terancam Sanksi

Melansir Reuters, Indeks dolar AS (U.S. Dollar Index), yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama, berada di level 101,18. Posisi tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2 Juli.

Sentimen safe haven menguat setelah militer AS meluncurkan gelombang serangan baru ke Iran pada Selasa (7/7).

Di saat yang sama, pemerintah AS juga mencabut lisensi yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak mentah Iran, menyusul serangan terhadap tiga kapal tanker komersial di Selat Hormuz.

Analis Westpac dalam risetnya menyebutkan bahwa kekhawatiran terhadap stabilitas kesepakatan damai kembali mencuat setelah Iran menyerang kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga: Prancis Hadapi Ujian Sesungguhnya saat Tantang Maroko di Perempat Final Piala Dunia

"Kekhawatiran terhadap prospek inflasi kembali menjadi perhatian pasar sehingga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi di berbagai negara," tulis analis Westpac.

Harga minyak ikut melonjak seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pada awal perdagangan Asia, harga minyak mentah Brent naik 2,6% menjadi US$ 76,12 per barel, melanjutkan reli yang telah berlangsung selama dua hari.

Di pasar mata uang, dolar Selandia Baru (kiwi) menguat 0,1% menjadi US$ 0,5681 menjelang keputusan suku bunga Bank Sentral Selandia Baru (Reserve Bank of New Zealand/RBNZ).

Pelaku pasar memperkirakan RBNZ akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.

Sementara itu, dolar AS menguat 0,1% terhadap yen Jepang menjadi 162,28 yen.

Baca Juga: Serangan AS ke Iran Dongkrak Harga Minyak, WTI Melonjak 2,8%

Di Jepang, anggota Dewan Gubernur Bank of Japan (BOJ), Toichiro Asada, yang menjadi satu-satunya anggota yang menolak keputusan kenaikan suku bunga pada Juni lalu, mengatakan kepada Reuters bahwa ia masih membutuhkan bukti inflasi yang didorong oleh permintaan domestik sebelum mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Di sisi lain, euro melemah 0,1% ke level US$ 1,1405, sedangkan poundsterling Inggris turun 0,1% menjadi US$ 1,3353. Adapun dolar Australia bergerak relatif stabil di level US$ 0,6926.

Di pasar aset kripto, bitcoin turun 0,2% ke level US$ 63.518,35, sementara ether terkoreksi 0,5% menjadi US$ 1.774,45.




TERBARU

[X]
×