kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Serangan AS ke Iran Dongkrak Harga Minyak, WTI Melonjak 2,8%


Rabu, 08 Juli 2026 / 06:03 WIB
Serangan AS ke Iran Dongkrak Harga Minyak, WTI Melonjak 2,8%
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada awal perdagangan Rabu (8/7/2026) setelah militer AS melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran.

Eskalasi terbaru ini memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara mulai runtuh dan dapat mengganggu pasokan energi global.

Baca Juga: Argentina Lolos ke Perempat Final Piala Dunia Berkat Tiga Gol Telat ke Gawang Mesir

Melansir Reuters, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik US$ 1,95 atau 2,8% menjadi US$ 72,39 per barel pada pukul 22.15 GMT.

Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa, ketika WTI ditutup naik 2,8%. Setelah penutupan pasar, harga minyak kembali menguat setelah pemerintah AS mencabut lisensi umum yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak mentah Iran.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) pada Selasa menyatakan bahwa serangan terhadap Iran dilakukan sebagai respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz.

Di sisi lain, Qatar menuduh Iran berada di balik serangan terhadap kapal-kapal tersebut, termasuk kapal tanker gas alam cair (LNG) raksasa Al Rekayyat.

Baca Juga: AS Gempur Sistem Pertahanan Iran, Ketegangan di Selat Hormuz Kian Memanas

Kapal itu dilaporkan terkena serangan drone yang memicu kebakaran di ruang mesin, meski seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Sumber keamanan maritim juga menyebut sebuah kapal tanker minyak berbendera Arab Saudi yang diyakini merupakan supertanker Wedyan mengalami kerusakan di perairan lepas Oman. Hingga kini, penyebab kerusakan tersebut belum diketahui secara pasti.

Rangkaian insiden tersebut kembali memunculkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.

Kondisi itu mendorong pelaku pasar kembali memburu aset energi karena khawatir risiko gangguan pasokan minyak global meningkat.


Tag


TERBARU

[X]
×