kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Donald Trump: WHO benar-benar gagal dan terlalu fokus ke China


Rabu, 08 April 2020 / 08:31 WIB
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh WHO terlalu fokus pada China dan mengeluarkan saran buruk selama wabah virus corona.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkritik tajam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (7/4). Trump menuduh WHO terlalu fokus pada China dan mengeluarkan saran buruk selama wabah virus corona.

"WHO benar-benar gagal, "kata Trump dalam posting Twitter. “Untuk beberapa alasan, sebagian besar didanai oleh Amerika Serikat, namun sangat China sentris. Kami akan memberikan tampilan yang bagus. Untungnya saya menolak saran mereka tentang menjaga perbatasan kita terbuka ke China sejak dini. Mengapa mereka memberi kami rekomendasi yang salah?"

Baca Juga: Tuduh China timbun peralatan medis, Trump siapkan langkah hukum

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric menolak kritik untuk WHO yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Untuk Sekretaris Jenderal PBB (Antonio Guterres) jelas bahwa WHO di bawah kepemimpinan Dr Tedros, telah melakukan pekerjaan luar biasa pada Covid-19, dengan jutaan peralatan yang dikirim untuk membantu negara-negara dengan pelatihan, tentang memberikan pedoman global. WHO menunjukkan kekuatan sistem kesehatan internasional,” katanya kepada wartawan seperti dikutip Reuters.

Dujarric menambahkan bahwa WHO baru-baru ini juga melakukan "pekerjaan luar biasa" dalam menempatkan stafnya di garis depan untuk berhasil memerangi Ebola, penyakit menular dan seringkali fatal, di Republik Demokratik Kongo.

WHO tidak menanggapi permintaan Reuters untuk mengomentari pernyataan Trump.

Baca Juga: Ini rentetan aktivitas PM Inggris sebelum akhirnya dilarikan ke RS karena corona




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×