kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Donald Trump lakukan tes virus corona, ini hasilnya


Minggu, 15 Maret 2020 / 07:31 WIB
Donald Trump lakukan tes virus corona, ini hasilnya
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump telah dites virus corona dengan hasil negatif. REUTERS/Jonathan Ernst TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah dites virus corona. Dokter presiden, Sean Conley, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu waktu setempat menyebut hasilnya adalah negatif.

Dilansir dari Reuters, Trump pada hari Jumat memutuskan untuk melakukan tes virus corona yang telah menewaskan sekitar 5.800 orang di seluruh dunia.

Baca Juga: AS dikabarkan ancam beri sanksi jika Indonesia membeli senjata dari Rusia dan China

Tes ini dilakukan beberapa hari setelah presiden berdiri di sebelah seorang pejabat Brasil yang dites positif terkena virus corona.

Trump difoto di klub pribadinya di Florida yang berdiri di sebelah Fabio Wajngarten, ajudan pers Presiden Brazil Jair Bolsonaro, ketika para pejabat Brasil berkunjung pekan lalu. 

Wajngarten kemudian dinyatakan positif menderita penyakit tersebut.

"Satu minggu setelah makan malam dengan delegasi Brasil di Mar-a-Lago, presiden tetap bebas dari gejala," tulis Conley dalam memo yang dipublikasikan Gedung Putih. 

“Saya telah melakukan kontak setiap hari dengan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) dan Gugus Tugas Koronavirus Gedung Putih, dan kami mendorong penerapan semua praktik terbaik untuk pengurangan pajanan dan mitigasi transmisi,” tulisnya lagi.

Baca Juga: Untuk menangkal corona, kelompok Hindu di India minum urin sapi

Karena upaya AS untuk memperlambat penyebaran virus, yang secara tidak proporsional membunuh orang yang lebih tua, sekolah dan museum ditutup serta banyak karyawan didesak untuk bekerja dari rumah untuk mempraktikkan 'jarak sosial'.

Virus ini telah membunuh lebih dari 50 orang Amerika. Virus ini juga telah menginfeksi lebih dari 154.000 orang di seluruh dunia dan membunuh sekitar 5.800 sejak muncul di China pada bulan Desember.




TERBARU

[X]
×